Aktivis HMI Kecam Oknum Rekanan Minta Uang Rumah Fakir Miskin Tanoh Debet

  • Whatsapp

Kabargayo.com, Takengon; Rumah bantuan fakir miskin atas nama Samsul Bahri warga Tanoh Depet Kecamatan Celala,  yang sebelumnya diberitakan ada kutipan biaya tukang dari oknum rekaman ditanggapi serius oleh aktivis HMI Kabupaten Aceh Tengah.

Dayat satu anggota HMI mengecam perlakuan rekanan yang berani meminta sejumlah uang dari penerima manfaat. Rumah bantuan warga miskin yang dikabarkan bantuan fokir dari anggota DPR Aceh Alaidin Abu Abas. 

Read More

Menurut Dayat tidak ada alasan rekanan meminta ongkos tukang dari penerima manfaat. “Permintaan itu tidak bisa dibenarkan, karena setahu saya biaya tukang dan lainya sudah ada dalam RAP perbelanjaan pekerjaan rumah fakir miskin itu,” sebut Dayat (11/7).

Dayat meminta aparat penegak hukum agar memantau kegiatan rekaman yang diawal saja sudah menimbulkan masalah. Dayat dan aktivis lainya akan segera memantau kegiatan pekerjaan bangunan rumah warga miskin itu.

“Kami akan mantau pekerjaan bangunan rumah itu agar tidak meleset dari Spek yang sudah direncanakan,” kata Dayat berharap kontraktor segera menyelesaikan pekerjaan rumah. 

Samsul Bahri warga Tanoh Depet, Kecamatan Celala saat ini sangat membutuhkan bantuan rumah itu,  selain memang tidak mampu, rumah lama miliknya sudah dirobohkan karena akan dibangun rumah baru.

Diberitakan sebelumnya oknum rekaman diduga bernama Amiruddin meminta nilai uang untuk ongkos tukang. Dimana sepengetahuan Samsul Bahri, rumah bantuan tanpa biaya sama sekali dari penerima bantuan sehingga melaporkan kepada wartawan yang ada di Aceh Tengah.

Samsul Bahri warga keluarga tidak mampu, sejauh ini terus mencari keadilan terhadap rumah bantuanya. “Saya tidak tahu mengadu kemana, mau bayar saya tidak punya uang. Dan saya tinggal ditempat saudara saat ini,” keluh Samsul Bahri mencari keadilan. (KG45)

  • Whatsapp

Related posts