Adukan Reje Kampung, Puluhan Masyarakat Pondok Ulung Datangi DPRK

REDELONG : Puluhan masayarakat Kampung Pondok Ulung, Kecamatan Bandar Kabupaten Bener Meriah, mendatangi kantor Dewan Perwakilan Rakyat ( DPRK) Kabupaten Bener Meriah guna untuk melaporkan Reje Kampung mereka yang dinilai memimpin secara Diktator. Senin (23/4/2018).

Kedatangan masyarakat tersebut, disambut Wakil 1 DPRK Bener Meriah Darwinsyah, Ketua Komisi A Sarbinari, Asesten I Drs Muklis dan Kepala Bagian Pemerintahan ( Tapem) Sasmanto.

Darmansyah salah satu perwakilan masyarakat itu menyampaikan, Reje Kampung (Kepala Kampung) Pondok Ulung terkait pengunaan dan desa tidak mengedepankan asas musyawarah dan bahkan reje tersebut dinilai pemimpin secara Diktator. Kata Darmansyah.

Lanjutnya, adapun hal-hal yang dilakukan Reje Kampung tampa musyawarah adalah ; seperti mendirikan Badan Usaha Milik Kampung ( BUMK) tampa musyawarah, penyertaan modal kepada BUMK tidak ada musyawarah, Qanun kampung yang berhubungan dengan BUMK juga tidak ada musyawarah, dana simpan pinjam milik Kampung hanya para pedagang yang boleh meminjam dana tersebut, penyerahan dan pengelolaan sebidang tanah kebun kopi milik umum Kampung Pondok Ulung kepada salah satu aparatur Kampung Pondok Ulung tanpa musyawarah, pemindahan lokasi pembangunan rabat beton yang direncanakan ditempat awal ketempat lain tampa musyawarah.

Selain itu, Reje Kampung juga tidak transparan kepada masyarakat terkait anggaran dana desa tahun 2017, pembagian hasil dari keuntungan BUMK berapa persen untuk pengelola dan berapa persen dikembakikan untuk Kampung juga masyarakat tidak tau.

Darmansyah dalam kesempatan itu juga menuturkan, kami masyarakat Kampung Pondok Ulung merasa pembangunan fisik tahun anggaran 2017 itu tidak sesuai RAB.

” Masyarakat juga diancam penjara apabila meminta penjelasan tentang dana desa tahun angaran 2017 “. Sebut Darmansyah.

Darmansyah yang mewakili masyarakat Pondok Ulung, sebelum terjadi hal-hal yang didak diinginkan kami meminta agar Pemerintah daerah secepatnya menyelesaikan persoalan tersebut. Pintanya.

Sementara itu, Mewakili Pemerintah daerah Kabupaten Bener Meriah Drs Muklis Asesten I mengatakan, pemerintah akan secepatnya turun guna untuk menelusuri persoalan tersebut.

” Kita akan turun secepatnya, namun sebelumnya kita harus membuat tim terlebih dahulu “. Sebutnya.

Muklis juga menuturkan, terkait persoalan itu sebelumnya telah ditangani Camat Bandar dengan melakukan mediasi dengan Petua Kampung dan melibatkan Muspika Kecamatan. Tutur Muklis.

Darwinsya Wakil DPRK setempat mengatakan, kita mendukung pemerintah untuk membentuk tim dan kita berharap itu segera dilaksanakan agar persoalan ini cepat diselesaikan.

Lanjutnya, kita akan memberi kesempatan selama satu bulan untuk menyelesaikan, kalau dalam satu bulan belum selesai silakan masyarakat datang lagi ke DPRK ini. Ujar Darwin. (Gona)