Aceh Tengah Kirim 3 Pemuda ke Jepang Belajar Pengolahan Jeruk

TAKENGON: Kabupaten Aceh Tengah terus berupaya mengembangkan produk pertanian selain Kopi Arabika Gayo yang sudah mendunia.

Kali ini fokus pada Jeruk dengan mengirim 3 orang pemuda yang sudah diseleksi sebelumnya untuk mengikuti program pelatihan selama 3 tahun di Jepang, mulai Februari 2019 – November 2021.

Ketiga pemuda tersebut adalah Fadli Auliansyah, Riska Kenara Bintang Putra dan Ibrahim.

Program pelatihan merupakan kerjasama antara Pemkab Aceh Tengah dengan Pemerintah Kota Ochi – Jepang yang di fasilitasi oleh Japan International Coorperation Agency (JICA).

Selama tiga tahun ketiga pemuda tersebut akan mengikuti program budidaya, pengolahan, pemasaran dan hingga bagaimana membuat produk olahan jeruk di perusahaan Okabayashi Farm.

Selama di Jepang, mereka akan mendapat fasilitas belajar bahasa Jepang, hunian gratis, uang saku, beberapa kali biaya transport pulang dan pergi Indonesia-Jepang, serta berbagai fasilitas lainnya.

Bupati Aceh Tengah, Shabela Abubakar memberi dukungan penuh dengan program yang akan dijalankan oleh ketiga pemuda tersebut.

Menurutnya, Jeruk Keprok Gayo pernah ditetapkan menjadi buah unggul nasional dan Aceh Tengah juga punya Jeruk Kelele Gayo yang unik dan diklaim hanya tumbuh dan berkembang di dataran tinggi Gayo.

“Manfaatkan kesempatan ini dengan baik dan harus yakin ilmu dan keterampilan yang didapat selama di jepang akan memberi manfaat bagi masyarakat dan kemajuan daerah dimasa depan,” ungkap Shabela ketika menerima kunjungan pejabat Pemerintah Kota Ochi, Mr. Johji Maeda dan kawan-kawan dari Okabayashi Farm di Takengon, Rabu 16 Januari 2018.

Shabela turut memberi sinyal bahwa kerjasama dengan Pemerintah kota Ochi akan terus berlanjut, karena kedua wilayah ini punya topografi dan iklim yang hampir serupa.

Juru bicara pihak Jepang, Mr. Jun Tsurui mengatakan program yang akan dijalankan tersebut adalah pertama di dunia yang pernah dilakukan oleh JICA.

“Biasanya kalau ada program pelatihan cuma berlangsung satu atau dua bulan, tapi ini tiga tahun, semoga bisa sukses,” harapnya.

Selama program kerjasama berlangsung, menurut Mr. Jun, ketiga peserta pelatihan nanti secara bergilir pulang ke Indonesia untuk membagikan pengalaman dan keterampilan yang didapat di Jepang.(REL)

Harap berkomentar dengan sopan dan tidak menyinggung SARA, Kami tidak bertanggung jawab dengan komentar anda!