Aceh Tengah Bakal Jadi Lumbung Bawang Merah di Aceh

TAKENGON: Kabupaten Aceh Tengah akan menjadi lumbung bawang Merah. Hal ini diungkapkan oleh Ir. Juanda Kepala Dinas Pertanian setempat sesaat sebelum menutupan kegiatan pembubaran panitia Pekan Kebudayaan Aceh (PKA).

Menurut Juanda, mengapa daerah berhawa dingin tersebut ditetapkan sebagai lumbung bawang merah, karena daerah pengunungan tersebut selain mempunyai karakter tanah yang subuh walau tidak semua wilayah, namun mempunyai kualitas bawang yang subur dan berkembang dengan baik.

“Daerah kita ini, ditetapkan sebagai lumbung bawang merah, karena selain hawanya sejuk juga mempunyai kualitas yang baik serta sangat subur,” kata Juanda, (30/8/2018).

Lain itu yang membuat ada rasa bangga, satu bibit bawang yang ditanam di lahan Aceh Tengah bisa menghasilkan sepuluh buah bahkan lebih. Ini juga mengapa Aceh Tengah akan di tunjuk sebagai lumbung bawang merah untuk tingkat provinsi Aceh.

“Predikat untuk lumbung bawang merah ini nanti akan disematkan. Dan Alhamdullilah semua pihak mendukung untuk bawang merah Gayo dijadikan yang Lumbung oleh provinsi,” jelas Kadis Juanda.

Menurut Juanda lagi, untuk satu hektar lahan saat ini bisa menghasilkan 17-19 ton. Dan ini tidak jauh beda dengan hasil yang ada saat ini ditingkat nasional. “Kalau tingkat nasional, satu hektar bisa menghasilkan 22 ton. Sangat tipis dengan yang ada di Aceh Tengah perbedaanya,” ujar Juanda yang berasal dari Kecamatan Bintang.

Geliat masyarakat saat ini untuk menanam bawang merah semakin tinggi, apalagi Bank Indonesia (BI) mulai menurunkan dana segar untuk di kelola oleh masyarakat guna menanam bawang. “Varitas kita sangat bagus, selain umur penen pendek (tiga bulan). Dan kwalitas bagus,” tutup Juanda sambil mengatakan asal benih dari Solok dan berkembang saat ini. (Putra Gayo)