Yusril Heran Pelaku Politik Uang Tetap Lolos

0

Pakar Hukum Tata Negara Yusril Ihza Mahendra menyesalkan pasangan Cagub dan Cawagub Bengkulu, Ridwan Mukti-Rohidin Mersyah yang melakukan politik uang tidak didiskualifikasi oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU).Ia menilai, lolosnya Ridwan-Rohidin membukatikan penyelenggaraan Pilkada Bengkulu kental aroma politik uang. “Ini betul-betul aneh,” kata Yusril kepada wartawan di Jakarta, Minggu (17/1/2016).

Menurutnya, dalam kasus Pilkada Bengkulu, politik uang itu betul-betul nyata karena tertangkap oleh panitia pengawas (panwas) Pilkada. Terlebih, kasus ini sudah diadili di Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) dan dinyatakan terbukti.Tak hanya itu, penerima uang dari pasangan calon tersebut yakni Ahmad Ahyan sudah dipecat dari jabatan anggota Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Singaran Pati.

“Tapi anehnya, pemberi suapnya yang merupakan calon gubernurnya langsung dan jelas sudah dibunyikan dalam putusan pengadilan DKPP tidak didiskualifikasi,” sesalnya.Yusril menambahkan, kasus politik uang pada pemilu maupun Pilkada kadang sulit dibuktikan. Namun, apa yang terjadi pada kasus Pilkada Bengkulu ini justru sebaliknya, karena telah nyata ada pelanggaran, pernah diadili, dan sudah sepatutnya dituntaskan.Kuasa hukum pasangan calon Sultan B Najamudin-Mujiono ini berharap, Mahkamah Konstitusi (MK) dapat memutus sengketa Pilkada Bengkulu dengan seadil-adilnya.

Pasalnya, ini merupakan satu-satunya kasus yang berbeda dengan ratusan kasus sengketa hasil pilkada yang masuk ke MK.MK sendiri sebelumnya telah menggelar sidang-sidang pendahuluan perselisihan hasil pemilihan kepala daerah (PHP) sejak 7 Januari 2016 hingga 14 Januari lalu. MK rencananya akan membacakan putusan perkara mana saja yang tidak memenuhi syarat gugatan (dismissal) dari 147 perkara pada Senin besok.(okezone.com)

Komentar Anda
SHARE