Yayasan HAKA, Redelong Institute Bersama Pemda Bener Meriah Sosialisasikan KEE 

0

REDELONG  : Guna meminimalisir konflik satwa dan manusia di Kabupaten Bener Meriah yang terjadi dan telah menimbulkan korban jiwa, perlu untuk membangun Kawasan Ekosistem Esensial  ( KEE ), di samping itu juga penetapan KEE ini  dapat meningkatkan proteksi satwa dan juga meningkatkan perekonomian masyarakat sekitar khususnya bidang parawisata. 


Pemerintah daerah bekerja sama dengan Yayasan HAKA dan Redelong Institute laksanakan sosialisasi tentang kawasan ekosistem esensial Selasa ( 18/10 ) di ruang ofroom Bupati Bener Meriah. 

Fahrudin Ketua LSM Redelong Institute dalam acara tersebut mengharapkan, terjalin sebuah Kesepahaman bersama guna untuk mewujudkan kesepakatan bersama sehingga program ini nantinya dapat menjadi efektif dan efesien.

Sementara itu Direktorat BPE KLHK RI, Ir. Antung Deddy Radiansyah, MP. Dalam kesempatan tersebut meminta Kawasan Ekosistem Esensial ( KEE ) yang disediakan oleh Pemerintah daerah Kabupaten Bener Meriah tidak berada dalam kawasan hutan Lindung. Pintanya. 

Sementara itu Pemerintah daerah yang di wakili Asesten II Drs Muklis mengatakan, terjadinya konflik antara Satwa ( Gajah ) dan Manusia itu karena ulah segelintir orang yang tidak bertanggung jawab yang telah mengusik ketenteraman satwa tersebut, akibatnya masyarakat di seputaran menjadi imbas amukan gajah. Untuk itu mari kita merubah menset kita bahwa Gajah tersebut bukan hama tapi sumber daya alam ( SDA ) yang perlu di lestarikan. Sebutnya.

”  salah satu langkah efektif untuk melindungi satwa gajah, Pemerintah daerah telah menyediakan areal yang akan di jadi Kawasan Ekosistem Esensial ( KEE ) yang merupakan lahan Areal Pengunaan Lainnya ( APL ) di Kecamatan Pintu Rime Gayo “.

Sri Wahyuni salah satu peserta acara sosialisasi penetapan Kawasan Ekosistem Esensial, berharap pada Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan ( KLHK ) yang di wakili Direktorat BPE KLHK RI, agar lebih serius menyikapi permohonan daerah dalam menentukan kawasan tersebut dan kami juga meminta acuan tentang peraturan menetapkan kawasan hutan sesuai peruntukanya. Pintanya peserta lainnya juga memohonkan pada pihak yang terkait agar jangan mengeluarkan perizinan sebelum mengoreksi dan evaluasi ke tempat.

Selain sosialisasi tentang kawasan ekosistem esensial Direktorat BPE RI dan Pemerintah daerah serta Yayasan HAKA, Redelong Institute juga akan meninjau lapangan CRU di Kecamatan Pintu Rime Gayo . ( Gona )

Komentar Anda
SHARE