Warga Takengon ini Ditangkap Polisi, Diduga Sebar Foto dan Video Syur

  • Whatsapp
Terlapor (S) saat ditahan Kepolisian Resort Aceh Tengah (Photo/Kasatreskrim)

KABARGAYO.COM, Takengon ; Salah seorang warga Takengon berinisial S (26) ditangkap kepolisian Resort Aceh Tengah, ia diduga telah menyebarkan foto dan video vulgar ke Media Sosial melalui akun Facebook inisial (PB).

Kapolres Aceh Tengah AKBP Hari Sandy Sinurat, S.IK melalui Kasatreskrim Iptu Agus Riwayantodi Putra mengatakan, pihaknya telah melakukan penangkapan terhadap (S), penangkapan itu berdasar laporan Polisi nomor: LP B/82/VII/2020/SPK Polres Aceh Tengah tertanggal 06 Juli 2020 yang lalu.

Read More

“Kami sudah lakukan penahanan terhadap (S), berdasarkan surat perintah penangkapan nomor: Sp.Kap / 57 / VII / Res 1.124 / 2020, saat ini kami sedang melengkapi berkas untuk selanjutnya dilimpahkan ke Kejaksaan” kata Kasatreskrim, Selasa (14/07/2020) di Takengon.

Ia menjelasakan, tanggal 1 Juli 2020 yang lalu korban berkenalan dengan terlapor (S) lewat akun Messenger, terlapor meminta korban mengirimkan foto dan adegan vulgar, sedangkan dihari yang sama kata Agus, terlapor juga meminta beberapa adegan video vulgar, namun korban tak memenuhi permintaan terlapor.

“Lalu terlapor (S) mengancam, apabila permintaannya tidak dipenuhi, ia akan memviralkan foto dan video vulgar sebelumnya sempat dikirm korban ke terlapor, setelah permintaanya tidak dipenuhi, terlapor memposting foto dan video vulgar itu ke Facebook,” kata Agus menjelaskan.

Selanjutnya kata dia, posting yangtelah tayang di akun Facebook pribadinya itu di Screenshoot dan mengirimkan kembali ke korab lewat Messenger. “Korban merasa keberatan atas tindakanya itu dan melaporkanya ke pihak kepolisan,” terang Agus.

Atas perbuatanya itu, (S) diduga telah melakukan tidak pidana pornografi dan Informasi Transaksi Elektronik (ITE) sebagaimana dimaksudkan dalam pasal 29 Undang – Undang Republik Indonesia No. 44 Tahun 2008, tentang Pornografi Jo pasal 27 ayat 1 Jo pasal 45 ayat 1 Undang – Undang Republik Indonesia No. 19 Tahun 2016, tentang perubahan atas Undang – Undang Republik Indonesia No. 11 Tahun 2008, tentang Informasi dan Transaksi Elektronik, dijerat hukuman paling singkat 6 (enam) bulan palinga lama 12 (dua belas) tahun. (KG31)

Kabargayo.com menerima kiriman artikel dari pembaca, kirim ke email: beritagayo@gmail.com dengan biodata diri.

Related posts