Warga Minta Bupati Evaluasi Dayat Kepala PDAM, Warga: “Kami Butuh Air”

  • Whatsapp
Air tidak menetes dari PDAM Aceh Tengah, warga protes. (foto-ilustrasi)

Kabargayo.com, Takengon; Bupati Aceeh Tengah Shabela Abubakar, harus mengevaluasi kinerja Direktur Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirtatawar Takengon. Takengon yang mempunyai Danau Lut Tawar dengan air yang melimpah sering kali warga kekerngan air, akibat buruknya managemen di PDAM tersebut.

Dalam dua bulan terakhir sering kali warga “meributkan” air tidak sampai kerumah-rumah warga di beberapa kawasan, seperti Belang Kolak I, II, Desa Kebet, Bebesen serta sebagian jalan Yos Sudarso dan beberapa lokasi lainya.

Wajar warga membicarakan kepemimpinan direktur yang mengantikan direktur terdahulu, pasalnya kinerja direktur yang baru tak jauh beda dnengan direktur yang lama, yang hanya pandai “mengotak-atik” personil dalam ruangan, namun tidak pandai mengantasi air yang menjadi kebutuhan pokok masyarakat.

Warga yang namanya enggan disebut mengatakan, selama ini direktur yang baru (Dayat) hanya bisa “mengeser” beberapa personil di dalam, atas unsur senang dan tidak senang atau kedekatan keluarga.

Namun Dayat tidak pernah berupaya untuk bagaimana aliran air lancar, kerumah-rumah pelanggan yang setia membayar rekening air di awal bulan. “Kami kecewa dengan kinerja Dayat seebagai direktur PDAM, karena sampai sekarang belum bisa menormalkan air kerumah pelangan,” ujar sumber Kabargayo.com yang namanya enggan ditulis.

Lain itu, bila boleh membandingkan semasa direktur yang lama (Daud) air masih berjalan lancar kerumah warga. Pertama dengan kesigapan personil dilapangan bila ada laporan langsung menangani. “Hari ini jangankan turun (personil) beberapa kali masyarakat melapor tidak ada air, semua diam” ucapnya kesal, (2/5).

Menurutnya seharusnya kepala PDAM mempersiapkan semua selama bulan suci ramadan ini, bagaimana air lancar kerumah-rumah warga. “Ya, sebagai orang yang dipercaya jangan meremehkan tanggungjawab yang diberikan atasan. Sediakan air untuk warga yang tengah menjalankan ibadah puasa,” ucapnya kesal, tidak sanggup turun.

Lain lagi suara ibu Ani dari Desa Kebet, yang hampir setiap hari menelepon wartawan menanyakan air kerumahnya tidak datang. “Dik tolong sampaikan ke PDAM agar air ke wilayah kami diperbaiki, agar datang. Sudah kosong bak kami beberapa hari ini,” kata seorang ibu di desa Kebet.

Air yang menjadi kebutuhan pokok rumah tangga, selama ini di Aceeh Tengah tidak dikelola dengan profesional oleh pihak PDAM setempat, sehinga banyak keluhan dari warga yang seharusnya ditanggapi dengan cepat. Namun semua “teriakan” warga hilang bersama datangnya hujan. Warga kembali menampung air untuk kebutuhan pagi hingga sore, selanjutnya menunngu air hujan. (putra gayo)

Kabargayo.com menerima kiriman artikel dari pembaca, kirim ke email: beritagayo@gmail.com dengan biodata diri.
  • Whatsapp

Related posts