Waladan :”Pembelian Mobil Dinas Ketua DPRK Bener Meriah Lukai Hati Rakyat”

REDELONG: Aktivis Pengiat Anti Korupsi, Waladan Yoga, nilai pembelian kendaraan Dinas Ketua DPRK Bener Meriah lukai hati rakyat. Hal tersebut ia ungkapkan dalam siaran Persnya kepada Media, Kamis, (6/4/2016).

Sebagaimana diketahui tahun ini DPRK Bener Meriah akan membeli kendaraan Dinas baru yang diperuntukkan untuk Ketua DPRK. Jumlah Anggaran untuk pembelian mobil Dinas ini berjumlah Rp. 635.000.000,- (Enam Ratus Tiga Puluh Lima Juta Rupiah).

Waladan  menilai pembelian kendaraan dinas itu melukai hati Rakyat Bener Meriah, karena anggarannya sangat besar, “Harusnya sebagai ketua DPRK Guntarayadi bisa menunjukan sikap sederhana dengan tidak ngotot membeli kendaraan Dinas Baru”sebut Waladan.

Setelah dilakukan penelusuran sepertinya jenis kendaraan yang akan dibeli adalah jenis Pajero Sport Dakkar dan jika dilihat dari anggaran yang ada maka tipe mobil yang akan dibeli adalah tipe Pajero Sport Dakkar 4 x 4.

Ia menambahkan setelah pihaknya melakukan penelusuran kendaraan Dinas Ketua DPRK yang lama masih sangat layak untuk digunakan, “Setiap tahunnya kendaraan Dinas ketua Dewan mendapatkan biaya perawatan dari APBK, harusnya tidak ada alasan untuk membeli kendaraan dinas baru”jelasnya.

Seharusnya kata Waladan,  Guntarayadi sebagai Ketua DPRK Bener Meriah  harusnya malu dengan keadaan Bener Meriah saat ini” ‘Seharusnya ketua Dewan hidup sederhana dan selalu bersama rakyat bukan malah menunjukan sifat hedonisme dengan membeli kendaraan dinas Baru”ujarnya.

“Jika Guntarayadi punya hati nurani sebaiknya pembelian mobil Dinas ini dibatalkan saja, harusnya Guntarayadi juga mengikuti sikap dua wakil pimpinan DPRK BM lainnya yang secara tegas menolak pembelian mobil Dinas Baru”Kata Waladan Yoga menambahkan.

Bukan hanya itu, menurut Waladan sikap Guntarayadi jauh dari sikap tegas yang dianut oleh Partainya sendiri, yaitu partai Wong Cilik, “Kehendak Partai PDI Perjuangan dan kehendak Guntarayadi sangat jauh berbeda dan saling bertolak belakang”pungkasnya.

Sementara itu saat Kabargayo hendak melakukan komfirmasi Kepada Guntarayadi via telpon Seluler, hingga berita ini ditulis, Kabargayo belum berhasil menghubunginya, karena nomor ponselnya tidak aktif. (Arsadi Laksamana)

SHARE