Wajah Nanggroe Ditengah Bencana, Saatnya Memperbaiki Diri

  • Whatsapp

Oleh: Sawalina Fitri

Bumiku sayang bumi ku malang, ditengah maraknya virus desaes (covid 19) yang melanda seluruh dunia, kini musibah yang tak henti-hentinya menimpa Indonesia, terkhusus provinsi Aceh.

Read More

Hujan deras tak menutup kemungkinan untuk mendatangkan bencana banjir, lonsor, bahkan sijago merah pun ikut melalap perumahan, toko, masyarakat. Aceh lagi-lagi menerima musibah yang tak disangka datang dengan tiba-tiba. Banda Aceh dengan banjir yang telah menyebar luas dikota, perkampungan, Aceh tengah dengan banjir dan longsor yang merusak pemukiman warga, mobil, kereta, rumah, hancur lebur dibuatnya.

Sijago merah yang membakar toko masayarakat di blang Pidie membakar perumahan warga di Aceh Tengah, Bintang. Dan di berbagai penjuru daerah-daerah lain di Aceh yang di landa banjir, kebakaran dan musibah-musibah lain.

Belum lama dikabarkan bahwa semakin bertambahnya pasien covid 19, yang membuat warga semakin waspada hingga tetap berada didalam rumah, hujan deras yang membuat sebagian daerah kebanjiran, hingga longsor ikut menerjang perkampungan. Lantaran tetap berada di dalam rumah saat banjir dan longsor untungnya tidak memakan korban jiwa.

Apakah bumi mulai bosan melihat tingkah manusia yang tak permah henti untuk berbuat sekehendak hatinya. Apakah ini adalah teguran dari sang maha pencipta, untuk menyuruh umatnya senantiasa mendengarkan perintah dari pemimpinnya. Mungkin semua ini adalah jawaban atas sifat sombong yang disuruh lock dawn namun tetap berkeliaran di luar rumah.

Bumi tidak pernah lupa terhadap kening yang selalu bersujud, malam tidak pernah lupa terhadap mata yang selalu menangis, lalu bagaimana Allah SWT lupa terhadap hati yang selalu berharap kepadanya, seberapa jauh kamu memperbaiki shalatmu maka sejauh itu pula baiknya hidupmu.

Jika kita bertanya mengapa bencana datang? Mengapa musibah datang? Maka lihatlah dulu diri kita apakah kita sudah memperbaiki diri, apakah kita sudah baik dalam segala hal. Jika kamu berbuat baik maka kebaikan itu untuk dirimu sendiri, dan jika kamu berbuat jahat, maka kerugian kejahatan mu itu akan menimpa dirimu.

Hidup adalah sebuah perjuangan, jangan kau tangisi kejadian hari kemarin, karna kita hidup untuk masa depan, bukan untuk masa lalu.

Kita berdoa agar saudara kita yang tertimpa musibah dilapangkan dada, senantiasa tegar dalam menghadapi cobaan, dan tetap tabah dalam menghadapi musibah yang menimpanya. Aamiin ya rabbal alamin

Penulis adalah Mahasiswa Universitas Islam Negeri Ar-Raniry

Kabargayo.com menerima kiriman artikel dari pembaca, kirim ke email: beritagayo@gmail.com dengan biodata diri.

Related posts