Wabup Aceh Tengah Gagas Klinik Pendidikan

0


TAKENGON – Wakil Bupati Aceh Tengah, Drs Khairul Asmara mengagas sebuat Klinik Pendidikan yang dapat membantu guru dalam mengembangkan metode-metode pembelajaran di kelas, “Selayaknya klinik kesehatan, guru juga membutuhkan klinik untuk membantunya jika ada permasalahan dalam memberikan pembelajaran dan meningkatkan kompetensi mereka. Klinik akan memberikan jalan keluar, seperti dokter memberikan resep,” gagas Khairul pada Rapat Pemangku Kepentingan dan Penutupan Program USAID PRIORITAS di aula Kantor Bupati Aceh Tengah (27/04/2017). 
Bukan tanpa alasan gagasan yang disampaikan wabup, karena sebanyak 36 orang Fasilitator Daerah (Fasda) yang telah dilatih oleh USAID PRIORITAS dapat melanjutkan pengabdiannya untuk peningkatan mutu pendidikan dalam klinik tersebut.  

Wabup jelaskan selama 4 tahun terakhir, siswa pendidikan dasar (SD/MI dan SMP/MTs) makin terampil dan mampu berinovasi dalam pembelajaran. “Banyak perubahan yang terlihat pada pembelajaran selain terampil dan melakukan inovasi baru. Pendidikan terus berkembang dan tidak akan tuntas walaupun banyak referensi yang kita baca karena manusia terus berkembang mengikuti dinamika yang ada dan tidak mau tertinggal,” kata wakil bupati.

Pada kegiatan yang dihadiri oleh Ketua Komisi D DPRK, Kadisdik, Kakankemenag, kepala sekolah dan fasilitator daerah. Kegiatan ini juga menampilkan demo media pembelajaran yang dilakukan oleh siswa SMPN 13 Takengon yang menampilkan bahayanya pencemaran air menggunakan deterjen, ikan dan gelas kimia. 

“Inilah yang terjadi jika air Danau Laut Tawar tercemar, salah satunya ikan akan mati dan berkurang,” jelas siswa, sembari memperlihatkan 4 gelas kimia kepada wabup dengan kondisi ikan yang berbeda setiap gelasnya. 

Sementara itu, MTsN 2 Aceh Tengah menceritakan perkembangan budaya baca di sekolah mereka ,”Kini setiap minggu kami membaca dan menulis resume serta memiliki gerobak baca untuk mendorong kami cinta pada buku. Kami juga memiliki program pemilihan Raja dan Ratu Baca, lomba sastra, menulis buletin siswa,” jelas siswa MTsN 2 yang pernah dikunjungi oleh Menteri Agama, Lukman Hakim dan juara beberapa event kabupaten serta provinsi.

Ridwan Ibrahim, Koordinator USAID PRIORITAS mengatakan kerjasama dengan Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah sudah berjalan dengan sangat baik. Hal ini dibuktikan dengan hasil evaluasi dan dokumentasi praktik baik yang dikumpulkan dari sekolah mitra dan fasda.

 “Dari hasil evaluasi dan praktik baik yang dikembangkan di sekolah mitra membuktikan kemajuan dalam program ini dan kami sangat berharap program ini dapat terus dilanjutkan sekolah mitra, umumnya di sekolah lainnya di Aceh Tengah,” kata Ridwan. Ridwan juga berharap bahwa pertemuan ini  merupakan kesempatan yang baik untuk mempersamakan persepsi dan strategi keberlanjutan pasca program ini berakhir,”Guru harus terus dilatih, terutama yang kelas awal,” sebut Ridwan.

Aceh Tengah telah memiliki 36 fasda bidang pembelajaran dan manajemen sekolah SD/MI dan SMP/MTs serta Fasda Buku Bacaan Berjenjang untuk membaca kelas awal SD/MI. Sebanyak 8 sekolah menjadi mitra USAID PRIORITAS dan sudah dilatih 164 orang guru/kepsek dan komite dengan pendekatan  Praktis, partisipatif, menggunakan banyak video, praktik mengajar, dan pendampingan.

 Selain itu USAID telah menghibahkan 1.200 buku untuk meningkatkan budaya baca di sekolah mitranya dan menambah hibah 3.250 Buku Bacaan Berjenjang (B3) kepada 50 SD/MI untuk keterampilan membaca dan pemahaman bacaan pada kelas awal SD/MI.

Program ini juga telah didiseminasi (di sebarluarkan secara mandiri) pada sekolah 175 sekolah dengan total peserta yang telah dilatih 908 menggunakan dana BOS dan mandiri sebesar Rp 435.998.000. Dampak dari program ini pada sekolah mitra, terjadi perubahan / peningkatan dalam peran guru mengajar, sikap dan kegiatan siswa, peningkatan kinerja siswa, minat dan kemampuan baca, lingkungan sekolah, manajemen sekolah dan partisipasi masyarakat.

Dalam pertemuan ini diungkapkan tantangan dan peluang bagi kemajuan pendidikan di Aceh Tengah, diantaranya Fasda yang selalu diberdayakan untuk melatih dan mendampingi sekolah/madrasah, terutama untuk tetap berkomitmen melaksanakan praktik yang. 

Pemilihan sekolah “praktik yang baik” yang siap untuk berbagi pengalaman mereka dan Forum KKG/MGMP yang telah berjalan dengan baik sebagai ajang bagi guru pembelajar untuk saling membelajarkan. Budaya membaca terus ditumbuh berkembangkan seiring dengan meningkatnya kemampuan siswa memahami bacaan, “Kita harus terus tumbuh kembangkan budaya baca, terutama di sekolah agar anak-anak kita menjadi insan yang handal dikemudian hari,” jelas Ridwan Ibrahim.(REL)

Komentar Anda
SHARE