Utang Pemerintah Indonesia mencapai Rp 3.549 triliun

0

JAKARTA:Berdasarkan data Direktorat Jenderal Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan, posisi utang pemerintah  Indonesia mencapai Rp 3.549 triliun. Adapun nilai Produk Domestik Bruto (PDB) atau GDP mencapai Rp 12.406,8 triliun pada 2016. Artinya, rasio utang pemerintah mencapai 28,6 persen dari GDP.

Rasio utang Indonesia lebih rendah dibandingkan negara maju misalnya AS yang sebesar 108 persen, Jepang 250 persen, dan Jerman 70 persen. Begitu pun dengan sejumlah negara tetangga. Rasio utang Filipina dan Australia masing-masing sebesar 36 persen, Malaysia 56 persen, dan Thailand sebesar 44 persen.

Menurut  Kepala Badan Kebijakan Fiskal Kemenkeu Suahasil Nazara kondisi rasio utang Indonesia terhadap GDP jauh lebih baik dibandingkan negara lain yang sudah mendapatkan rangking invesment grade dari S&P.”Itu (rasio utang) kalau dibandingkan dengan negara lain yang juga investment grade kita jauh lebih baik,” kata Suahasil, usai pertemuan dengan Perwakilan lembaga pemeringkat internasional Standart and Poor (S&P) menyambangi Kantor Kementerian Keuangan Keuangan (Kemenkeu), Jakarta, Jumat (24/3/2017). Kedatangan perwakilan S&P dalam rangka memulai Review rating terhadap surat utang pemerintah Indonesia.

Saat ini, hanya tinggal S&P yang belum mereview rating surat utang pemerintah Indonesia. Sebelumnya, Fitch Ratings telah meningkatkan Outlook Credit Rating Indonesia pada Long Term Foreign dan Local Currency Issuer Default Rating menjadi positif, dan mengafirmasi rating Indonesia pada BBB- (Investment Grade) pada 21 Desember 2016 lalu.

Menyusul setelah itu lembaga pemeringkat internasional lainnya yakni Moody’s Investors Service juga menaikkan outlook surat utang pemerintah Indonesia menjadi positif pada 8 Februari 2017.(Kompas.com)

 

Komentar Anda
SHARE