Usai di PHK PT.Hyundai, Sejumlah Karyawan Tagih Pesangon ke DPRK Aceh Tengah

  • Whatsapp
Sejumlah mantan Karyawan PT Hyundai yang di PHK meminta penjelasan terkait UU Nomor 13 tahun 2003. (Photo/Arinos)

Kabargayo.com, Takengon; Sejumlah mantan karyawan yang dirumahkan oleh PT.Hyundai beberapa waktu lalu melaporkan kondisi mereka ke DPRK Aceh Tengah terkait pesangon yang mereka terima tidak sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Sejumlah karyawan tersebut mengaku telah diputus hunungan kerja (PHK) oleh perusahaan pada Maret 2020 yang lalu. Mereka menagih pesangon ke DPRK Aceh Tengah selama ia bekerja di pembangunan proyek PLTA Peusangan 1 dan 2 tersebut.

Read More

Mereka berdalih, pemberian pesangon harus sesuai dengan Undang-undang nomor 13 tahun 2003 tentang ketenaga kerjaan , detailnya ada di pasal 156 ayat 2 tentang besaran pesangon, pasal 156 ayat 3 untuk uang penghargaan masa kerja dan pasal 156 ayat 4 untuk uang pergantian hak. Pesangon diberikan sesuai alasan PHK oleh pengusaha.

“Jika kami di PHK dengan alasan efisiensi maka pesangonya diberikan 2 kali ketentuan,” kata  salah satu mantan karyawan PT.Hyundai Azhar mengutip pernyataan Yeni salah satu staf di Dinas Tenaga Kerja setempat saat melakukan audiensi dengan pihak terkait, Kamis (16/04/2020) di Aula DPRK Aceh Tengah.

Mantan karyawan perusahaan Korea itu menuntut hak mereka selama bekerja. Saat ini katanya, pesangon yang diberikan oleh perusahaan hanya setengah dari ketentuan yang ada. “Jika kami legowo dengan yang diberikan itu tanpa mengacu ke Undang Undang maka karyawan yang lainya akan bernasib sama,” terang Azhar mewakili 7 rekan lainya yang di PHK.

Dalam pertemuan yang dipimpin oleh Ketua DPRK Aceh Tengah Arwin Mega itu pihak terkait mengeluarkan pendapat untuk menemukan titik terang yang sedang dialami oleh 8 karyawan PT.Hyundai.

“Kami minta sesuaikan dengan undang-undang yang ada, supaya permasalahan ini cepat selesai dan tidak berlarut-larut,” pinta Arwin Mega didampingi Muchsin Hasan.

Jika tidak segera diselesaikan kata dia, polemik itu akan menjadi bom waktu, sedangkan sisa karywan PT.Hyundai saat ini yang masih tersisa berjumlah 721 orang. Jumlah ini selanjutnya akan menuntut hak mereka ke DPRK jika tak diselesaikan.

“Besok dibahas di Dinas Tenaga Kerja, kami harap ada solusi kongkkrit perusahaan membayarkan sisa pesangon yang belum disalurkan” tutup Arwin Mega berharap pihak Hyundai Kooperatif saat dibutuhkan oleh pihak dinas.

Hadir dalam pertemuan itu, 8 orang karyawan PT.Hyundai yang di PHK, Ketua DPRK Aceh Tengah dan anggota,  Kepala Dinas Tenaga Kerja, pihak PLN UPP Kitsum 5, Manager PT.Hyundai, Transmigrasi. (Kar)

Kabargayo.com menerima kiriman artikel dari pembaca, kirim ke email: beritagayo@gmail.com dengan biodata diri.

Related posts