Upaya Lestarikan Bahasa Gayo MAG Aceh Tengah Gelar Lomba Pidato Bermestike

 

TAKENGON: Salah satu yang mendasari Majelis Adat Gayo (MAG) Kabupaten Aceh Tengah dalam melaksanakan sekaligus menggagas kegiatan Lomba Pidato Bermestike tingkat Pemuda-Pemudi didasari oleh terancam punahnya Bahasa Gayo dikalangan masyarakat.

Peserta yang mengikuti kegiatan ini sebanyak 20 peserta yang tersebar di 20 Mukim yang ada di Aceh Tengah, dilaksanakan selama dua hari mulai Tanggal 28-29 Agustus 2017 yang dibiayai oleh APBK setempat, Ungkap Kepala Sekretariat Majelis Adat Gayo, Drs.Jamaluddin, Senin 28/08/2017 di Hotel Linge Land Takengon.

Sementara itu Ketua Majelis Adat Gayo Kabupaten Aceh Tengah mengatakan dalam proses penjaringan peserta Lomba pidato Bermestike tersebut sangat sulit, diakibatkan minimnya pengetahuan tentang berbahasa Gayo dan bahasa bermesike.

Kami sudah jaring peserta sebulan kebelakang ini, dengan ketentuan setiap Mukim mendelegasikan peserta sebanyak 2 orang satu Laki-laki dan satu wanita, namun peserta yang ikut sangat minim, ini disebabkan karena kurangnya pengetahuan dalam berbahasa Gayo dan dalam bermestike, dalam kata lain Bahasa Gayo dikalangan pemuda-pemudi terancam Punah, Ucap Ir.M.JusinSaleh.M.BA.

Ia berharap kepada Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah kegiatan tersebut dapat diagendakan sebagai kegiatan Rutin setiap Tahunya dengan tema yang berbeda-beda.

Secara terpisah Bupati Aceh TengahIr.H.Nasaruddin.MM, melalui Sekretaris Daerah Karimansyah Idris mengatakan, kedepan kgiatan tersebut dapat dijaring ditingkat Pelajar sehingga Bahasa Gayo dan Peri mestike dapat terselamatkan ditingkat pemula.

Saya mendorong kepada Generasi muda supaya dapat menyelamatkan dan meningkatkan kecintaan terhadap Bahasa Gayo dan nilai-nilai kearifan lokal lainya yang ada di Aceh Tengah, Ujar Karimansyah.

Ia berharap kepada semua komponen supaya dapat bertanggung jawab untuk menyelamatkan sekaligus mengembangkan Bahasa Gayo, Adat Gayo lewat Aparat Kampung, Camat, dan semua instansi yang ada di Aceh Tengah.

Cara yang paling cocok yang saya tawarkan yaitu dimulai dari keluarga masing-masing, ibu dan anak sehingga terbiasa dalam pengaplikasianya di lapangan, untuk semua pendatang atau suku lain yang ada di Aceh Tengah wajib bisa berbahasa Gayo, Tutupnya.(REL)

Komentar Anda
SHARE