Unik! Satlantas Aceh Tengah Berdidong di Lampu Merah

Satlantas Polres Aceh Tengah sosialisasi lewat kesenian Didong, salah satu upaya memberikan pemahaman kesadaran tertib lalu lintas bagi pengendara demi menekan angka kecelakaan

TAKENGON: Wajah Putra, salah seorang pengendara yang melintas di depan Mapolres Aceh Tengah terlihat bingung, melihat belasan anggota Satlantas Aceh Tengah menghadangnya, sambil bernyanyi dengan berdidong di lampu merah, namun raut wajah kebingungan itu berubah menjadi senyum simpul penuh arti setelah ia tahu apa yang sebenarnya terjadi.

Rupanya, Satuan Satlantas Aceh Tengah sedang melakukan sosialisasi tertib lalu lintas, sosialisasi yang digunakan melalui Didong, kesenian khas milik suku Gayo. Sosialisasi ini tentu saja menarik perhatian pengendara yang sedang melintas lainya, maklum saja hal merupakan hal yang tak biasa yang mereka temui.

Anggota Satlantas berbaris rapi dengan bantal didong di tangan, melalui aba-aba sang Kasat, petugas-petugas kemudian kompak menepuk bantal Didong dan menyanyikan syair lagu, ketika lampu merah. Syair yang dinyanyikan adalah bait-bait lagu berisi tentang pentingnya mentaati peraturan lalu lintas demi keselamatan pengendara. Setelah lampu hijau menyala didong mereka berhenti dan pengendara kembali melaju.

Bagi pengendara yang melanggar tertib lalu lintas, maka harus siap-siap dikerumuni “Grup Didong” ini dan terpaksa mendengar peringatan dari anggota Satlantas berulang-ulang bersamaan dengan tepukan Didong. Beberapa pengendara sepeda motor yang kedapatan tidak memakai helm terlihat salah tingkah dengan senyum kecut merasa bersalah. Mereka selanjutnya diberikan pengarahan dari petugas untuk mentaati peraturan lalu lintas.

“Sosialisasi ini merupakan salah satu program yang kita lakukan dalam Operasi Keselamatan Rencong 2018 dan dilakukan di setiap lampu merah yang ada di Kota Takengon” ujar Kasat Lantas Aceh Tengah, Iptu Rina Bintar Handayani, S.IK, Senin (19/3/2018).

Apa yang dilakukan ini, upaya untuk memberikan pemahaman kepada pengguna lalu lintas untuk mematuhi peraturan lalu lintas dengan demikian keselamatan saat berkendara di jalan, lebih terjamin.

“Alasan dipilih Didong sebagai media sosialisasi karena didong merupakan kesenian Gayo asli yang sangat familiar dengan masyarakat Aceh Tengah dan akan lebih “mengena” atau cepat diterima masyarakat di Aceh Tengah” jelas Kasat Lantas.

Ditanya tentang kesadaran lalu lintas di Aceh Tengah, Kasat Lantas perparas cantik ini menerangkan semakin meningkat, hal itu dapat dilihat makin menurunnya angka kecelakan di Kabupaten berhawa sejuk itu. Semua itu merupakan hasil dari sosialisasi-sosialisasi yang dilakukan Satlantas Aceh Tengah selama ini.

Kesadaran berlalu lintas merupakan hal penting yang mesti dipahami masyarakat, dengan mentaati aturan, seperti memakai helm, membawa surat-surat kendaraan dan peraturan lainnya maka angka kecelakan akan bisa ditekan seminim mungkin, ketertiban akan tercipta, masyarakat akan merasa nyaman dan aman. (Arsadi)

SHARE