Ubayani Buat Surat Bantahan Penyuapan KPK Terhadap Kasus Ruslan Abdul Gani

0

image

REDELONG-Terkait dengan pemberitaan Penyuapan KPK yang dilakukan oleh UY alias Ubayani, SE dibalik penahanan Bupati Bener Meriah, Ruslan Abdul Gani terkait kasus dermaga Sabang, Ubayani membuat bantahannya melalui press rilis yang kirimkan kepada media. Minggu, (26/6/2016).

Di dalam press realise tertanggal 26 Juni  dan ditanda tanganinya itu, Ubayani menjelaskan beberapa poin bantahan, yakni, ia secara tegas membantah telah melakukan penyuapan terhadap KPK dan tidak menerima nama baiknya dibawa-bawa dalam kasus dugaan penyuapan KPK dalam kasus Bupati Ruslan Abdul Gani.

Selain itu, Ubayani juga menyebutkan bahwa dalam Surat Forum Bersama Masyarakat Peduli Bener Meriah (FBMPBM) yang ditujukan Kepada Polda Aceh disebutkan kata “Sudah Mentransfer”, harusnya sebut Ubayani pihak pelapor membuktikan dengan bukti Kwitansi atau bukti sah lainnya, sehingga tidak membuat isu liar.

“Bahwa Pelapor hanya dapat membuktikan berdasarkan surat keterangan yang diragukan keasliannya, sehingga terlalu tendensius menyebutkan jika transfer yang dilakukan untuk menetapkan Bupati Ruslan Abdul Gani sebagai tersangka apalagi dilakukan penahanan, Faktanya transfer yang mereka sebutkan tidak benar adanya dan tidak pernah ada, sehingga saya pribadi bingung terhadap keaslian/keberadaan surat yang mereka (FBMPBM) lampirkan” demikian tulis Ubayani.

Bukan hanya itu, Ubayani juga menyebutkan adanya dugaan pemufakatan jahat yang dituduhkan oleh FBMPBM adalah sesuatu hal yang keliru dan sangat tidak masuk akal apalagi dikaitkan dengan memuluskan Langkah Rusli M. Saleh untuk Menjadi Plt. Bupati.

“Saya sangat meyakini dan faktanya untuk melakukan penahanan seseorang, KPK melakukannya dengan prinsip kehatian-hatian dan telah memenuhi syarat syarat untuk dilakukan penahanan sehingga sangat tidak masuk akal jika penahanan Ruslan Abdul Gani didasarkan atas bukti transfer yang tidak dapat dibuktikan dan cenderung mengarah Fitnah yang keji”tulis Ubayani lagi.

Selanjutnya, Ubayani menyatakan bahwa tidak benar dirinya melakukan transfer uang seperti yang disebutkan dalam surat FBMBM dan beberapa media massa, “Dimana saya disebutkan bertugas untuk melakukan transfer uang sebesar Rp. 300.000.000,- (Tiga Ratus Juta Rupiah) kepada saudara Syafruddin Ys Umar, SH. (Ketua Bidang Kerjasama Pemerintah dan Masyarkat/ Dewan Pemantau Penyelenggara Negara Indonesia) atas Nama Plt. Bupati Bener Meriah”tulis Ubayani.

Sementa itu untuk surat yang beredar luas melalui media sosial, ia secara pribadi meragukan keasliannya karena surat tersebut dibuat tanpa ditandatangani oleh saksi-saksi, sehingga seharusnya surat itu terbantahkan dengan sendirinya.

“Sebagai Pegawai Negeri Sipil tidak mungkin saya melakukan perbuatan melawan hukum yang jauh melampui kewenangan saya apalagi sampai melakukan penyuapan terhadap KPK”jelas Ubayani, atas dasar laporan dari FBMPBM beberapa waktu lalu ke Polda Aceh, dirinya mengaku tidak tahu menahu terkait laporan tersebut dan namanya sudah dicatut atas kepentingan tertentu.

“Atas Kejadian tersebut nama baik saya dipertaruhkan dan meminta kepada pihak pihak tertentu untuk tidak memanfaatkan keadaan untuk melakukan aksi adu domba”jelas Ubayani lagi.

Ubayani secara pribadi mengaku sangat menyakini kredilibitas KPK”Sangat naif jika ada pihak pihak tertentu yang percaya bahwa KPK dapat disuap untuk memuluskan kasus tertentu”sebut Ubayani.

Diakhir pernyataan tersebut Ubayani mengucapkan terima kasih kepada karena telah memuat prihal bantahan tersebut “Surat pernyataan ini saya buat untuk meluruskan pemberitaan yang sudah berkembang di  Bener Meriah terkait permasalahan tersebut” demikian tulis Ubayani dalam press rilisnya tersebut, (Wien Pengembara)

Komentar Anda
SHARE