TSK Pembunuhan Keluarga Kabid Pengairan Abdya Tertangkap di Aceh Tengah

0



TAKENGON-  Tersangka kasus pembunuhan terhadap keluarga salah seorang Kepala Bidang (Kabid) Pengairan Abdya, hari Kamis 18/5/2017 ditangkap di Aceh Tengah oleh  Tim Opsnal Satreskrim Polres Aceh Tengah. Tersangka terterat pasal 340 KUHP. 

Penangkapan salah seorang tersangka (TSK) diduga sebagai pelaku kasus pembunuhan terhadap satu keluarga dalam wilayah hukum Polres Abdya, Desa Meudang Ara Kecamatan Blangpidie, Kabupaten Aceh Barat Daya. Kasus pembunuhan terjadi hari Rabu malam 15/5/2017, terhadap ibu mertua Kabid Pengairan Dinas PU dan Tata Ruang Aceh Barat Daya (Abdya) bernama Mulyadi, mengakibatkan ibu mertua beserta kedua anaknya meninggal dunia. Ketiga korban diketahui meninggal dalam kondisi mengenaskan.

Ketiga orang korban pembunuhan tersebut adalah Fakhrurrazi umur 12 tahun, juga Askhar Balihar 8 tahun (anak dari Mulyadi), juga nenek kedua korban bernama Wirnalis umur 62 tahun. Dalam aksi penangkapan tersangka berdasarkan keterangan Kapolres Aceh Tengah, melalui Kasatres Polres Aceh Tengah, Akp. Bobby Sebayang, penangkapan 1 orang pelaku diduga melanggar pasal 340 KUHP (Kitab Undang-Undang Hukum Pidana), dilakukan Kamis 18/5/2017 pada pukul 17:30 Wib.

Tersangka yang memiliki NUPA (Nama, Umur, Pekerjaan dan Alamat) berdasarkan Berkas Acara Serah Terima TSK, berinisial ES, umur 27 tahun, seorang pengangguran dan beralamat Desa Lemah Burbana, Kecamatan Bebesen, Kabupaten Aceh Tengah. Kronologis penangkapan tersangka menurut Bobby dilakukan oleh Team Opsnal Satreskrim Aceh Tengah, dibantu oleh Team Subdit Jatanras Aceh. 

“Untuk tindak lanjut proses hukum terhadap penangkapan TSK, telah dilakukan penahanan di Mapolres Aceh Tengah, juga dilakukan Interogasi oleh Subdit Jatanras, serta membuat Berkas Acara Serah Terima TSK dan saat ini telah dibawa menuju wilayah hukum Polres Abdya,” demikian pernyataan Bobby Sebayang selaku Kasatres Aceh Tengah melalui perss rilis kepada media.

Tersangka pelaku dijerat sanksi hukuman pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana, berbunyi “Barang siapa dengan sengaja melakukan dan dengan direncanakan lebih dahulu menghilangkan nyawa orang lain, dihukum karena pembunuhan direncanakan (Moord), dengan hukuman mati atau penjara seumur hidup atau penjara sementara selama-lamanya dua puluh tahun”.  (ErwinSp)  

Komentar Anda
SHARE