Transformasi STAIN Gajah Putih jadi IAIN dan “Pesan” Mahmud Ibrahim

  • Whatsapp
Ketua STAIN Gajah Putih, Dr. Zulkarnain M. Ag saat diwawancarai awak media

Kabargayo.com, Takengon: Lewat perjuangan panjang, akhirnya Sekolah Tinggi Ilmu Agama Islam (STAIN) Gajah Putih Takengon bertransformasi menjadi Institut Agama Islam negeri (IAIN) Takengon.

Dr. Zulkarnain M.Ag, Ketua STAIN Gajah Putih Takengon mengungkapkan perjuangan untuk merubah status menjadi IAIN bukanlah perkara mudah. Perjuangan menjadi IAIN melibatkan para pihak serta doa masyarakat Aceh Tengah tentunya.

Read More

Satu hal yang sampai hari ini belum bisa dilupakan oleh Zulkarnain adalah pesan dari almarhum Mahmud Ibrahim yang saat itu sebagai dewan penyantun.

“Zul, kamu harus bekerja keras untuk menaikan status STAIN menjadi IAIN, kami ingin melihat lembaga itu menjadi IAIN,” kata Zulkarnain menirukan perkataan almarhum Mahmud Ibrahim yang juga tokoh pendidikan di daerah dingin itu, Senin, (16/3/2020) kepada Kabargayo.

Ini semua terjadi berkat tokoh-tokoh pendidikan masyarakat dan kegigihan semua pihak yang terus berjuang tanpa pamrih demi IAIN Takengon tercapai.

“Alhamdulilah apa yang kita inginkan dan almarhum Mahmud Ibrahim cita-citakan tercapai,” ulas Zulkarnain didampingi Wakil Ketua Bidang Administrasi umum Lukmanulhaqim, M.Si

Saat itu sungguh menjadi beban tersendiri bagi Zulkarnain dengan permintaan Mahmud Ibrahim, kenangnya. Untuk menerobos dan mencapai jenjang IAIN, Zulkarnain juga menceritakan bagaimana dirinya pernah berurusan ke Banda Aceh untuk menjumpai seseorang dengan mengendarai kendaraan seorang diri.

“Banyak kisah yang terjadi dalam perjalanan kenaikan status ini. Belum lagi pernah para pihak di Jakarta pernah memberhentikan proses perubahan status, karena dinilai belum memenuhi syarat, itu semua kami lalui dengan proses yang matang dan kesabaran, ungkap Zulkarnian.

Sebenarnya bukan Aceh Tengah saja yang mengusulkan kenaikan status, ada daerah lain yang saling “berlomba” ke pusat (tujuan sama-red) dengan perjuangan dan perjalanan yang berbeda.

“Dan akhirnrya 28 Pebruari 2020 turun Peraturan Presiden, bahwa STAIN menjadi IAIN. Ini sangat membahagiakan kita semua masyarakat Aceh Tengah. Ini akan menjadi modal daerah yang kita impikan bersama,” jelas Zulkarnain penuh haru. (Putra Gayo)

Related posts