Tingkatkan Akses Udara Wilayah Tengah Aceh, Pak Nas Temui Dirut Lion Air

image

REDELONG-Akses udara wilayah tengah Aceh semakin terbuka usai diresmikannya Bandara Rembele di Kabupaten Bener Meriah oleh Presiden Joko Widodo pada awal Maret 2016 lalu. Namun, hingga bulan Juli 2016 belum ada satupun maskapai penerbangan dengan pesawat berbadan besar beroperasi.

Kondisi ini membuat pimpinan daerah Kabupaten Aceh Tengah dan Bener Meriah yang memiliki cakupan utama pelayanan Bandara Rembele, mengambil sikap.

Bupati Aceh Tengah, Nasaruddin bersama pejabat yang mewakili Bupati Bener Meriah dalam hal ini Asisten II Setdakab Bener Meriah, Mukhlis menemui Direktur Utama Lion Air, Rudi Lumengkewas di Jakarta.

Pertemuan yang berlangsung, Kamis (14/07) malam tersebut juga turut diikuti oleh Asisten Ekonomi dan Pembangunan Setdakab Aceh Tengah Drs. Amir Hamzah, Kepala UPBU Rembele Syaifullah Siregar serta Kasatker Rembele, Yan Budianto. Sementara dari pihak Lion Group turut serta Direktur Operasi, Capt. Danel Putut dan Direktur Niaga, Ari Azhari.

“Masyarakat wilayah Tengah Aceh sangat membutuhkan kehadiran penerbangan komersil yang lebih refresentatif,” ungkap Nasaruddin mengawali pertemuan.

Menurutnya pesawat perintis yang selama ini beroperasi di Bandara Rembele memiliki keterbatasan kapasitas dan hanya beroperasi sebanyak tiga kali seminggu.

Padahal, potensi dua wilayah ditengah Provinsi Aceh ini merupakan daerah penghasil dan pengekspor kopi terbaik dunia. Selain itu juga daerah tujuan wisata didukung dengan keberadaan Danau Lut Tawar dan berbagai seni budaya tradisional. “Beroperasinya megaproyek Pesangan I dan II juga menyebabkan mobilisasi cukup besar,” imbuhnya.

Sementara pihak Lion Air, menurut Rudi menyatakan kesiapan untuk mengoperasionalkan pesawat Lion Group dalam hal ini Wing Air ke Bandara Rembele.

“Bila perlu dengan rute Wings Air Round (nginap/Tidur) di Rembele, pokoknya kami siap,” tegas Rudi. Namun, menurutnya operasional Wings Air tersebut masih harus menunggu izin dari Kementerian Perhubungan RI.

Lebih lanjut Rudi mengharapkan pihak pemerintah daerah dapat melakukan sosialisasi kepada masyarakat bahwa Wings Air akan melakukan penerbangan perdana di bandara Rembele dan seterusnya mulai tanggal 1 Agustus 2016 jika ijin sudah diberikan.

Sedangkan pihak Lion Group, menurutnya akan melakukan sosialisasi melalui Website, majalah penerbangan dan media lainnya untuk publikasi rute terbang secara komersil ke Rembele.

“Saat ini pesawat ATR homebase Kualanamu Medan sudah tersedia, dan pihak Lion Air telah menyampaikan surat permohonan pembukaan rute ke Kementerian Perhubungan sehingga kami saat ini sedang menunggu izin tersebut agar segera beroperasi, mudah-mudahan bisa terlaksana penerbangan perdana dan seterusnya mulai 1 Agustus ini,” demikian Rudi.(REL)

Komentar Anda
SHARE