Tersangka AR, Sebut Mustafa Kamal Juga Menikmati Dana Guru TPA

  • Whatsapp
Tersangka AR sebelum dibawa ke Rutan Takengon, sempat diwawancarai wartawan, mengatakan uang yang didugakan telah dikorupsinya juga diduga di nikmati kepala dinas Syariat Islam. (foto-Kabargayo)

Kabargayo.com, Takengon; AR mantan bendahara Dinas Syariat Islam Kabupaten Kota Takengon sudah beberapa jam lalu “menginap” di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Takengon. Pengakuanya kepada wartawan, dirinya tidak sendiri “menikmati” uang yang diduga telah di selewengkanya.

Secara lisan AR menyampaikan atas pertanyaan wartawan, sejauh ini memang belum ada bukti kuat, secara tertulis atas pengakuanya. Saat ditanya, kemana saja aliran dana senilai Rp. 398 juta digunakan, AR menjawab sebagian diduga untuk kadis (Mustafa Kamal-red) dan sebagian lagi untuk dinas.

Read More

“Uang itu sebagian untuk kepala dinas, atas nama Mustafa Kamal dan sebagian lagi untuk keperluan dinas,” kata AR dengan nada pasti sebelum dibawa dengan mengunakan mobil.

Dan AR juga tidak menyangkal bahwa uang anggaran guru TPA/TQA digunakanya untuk keperluan pribadi. “Ya saya gunakan untuk keperluan pribadi sebagian uang itu,” kata AR kepada wartawan, (18/9).

Tidak hanya menyebut nama, AR juga mengingat bulan dan besaran dana yang diberikan ke Mustafa Kamal sebagai kepala dinas. “Saya berikan bulan 10, 11 dan 12, perbulanya Rp.50 juta dengan total Rp. 150 juta,” jawab AR.

AR saat ini sudah berada di Rutan Aceh Tengah dan selanjutnya akan menjalani persidangan di Banda Aceh. AR ditahan terjerat kasus dugaan penggelapan anggaran guru TPA/TQA dengan total anggaran Rp. 398 juta yang seharusnya disalurkan untuk pembayaran insentif triwulan ke-2 bagi 1259 ustadz dan ustadzah di 295 kampung di kabupaten dingin itu.

Kepala Kejaksaan Negeri Aceh Tengah Nislianuddin, SH mengatakan, tersangka AR ditahan selama 20 hari sebelum dilimpahkan ke provinsi untuk proses persidangan.

Bahkan pihak kejaksaan telah menyita rumah dan tanah milik AR untuk menutupi kerugian yang disebabkan atas ulahnya itu. “Ini masih dalam proses penyidikan, untuk saksi yang kami periksa sekitar 20-an lebih, mudah-mudahan bulan depan sudah memasuki masa persidangan,” kata Nislianuddin, (18/9) di Takengon. (KG45)

Kabargayo.com menerima kiriman artikel dari pembaca, kirim ke email: beritagayo@gmail.com dengan biodata diri.

Related posts