Terkait Rencana TPA di Blang Kekumur, Reje Rutih: Hadirkan Dulu Mesinnya Agar Masyarakat Yakin

  • Whatsapp
Suasana musyawarah menjaring solusi terkait sampah dari pihak terkait di gedung Oproom setempat (Photo/Kar)

KABARGAYO.COM, Takengon; Pemerintah Daerah menunjuk calon Tempat Pengolahan Akhir (TPA) sampah berada di Blang Kekumur Kecamatan Celala Kabupaten Aceh Tengah. Namun, upaya itu mendapat penolakan dari sejumlah masyarakat dan Reje Kampung yang ada di wilayah itu.

Hal ini terungkap dalam musyawarah menjaring solusi terkait penanganan sampah di gedung oproom Sekdakab Aceh Tengah, Senin (15/6/2020) yang dihadiri oleh Bupati Aceh Tengah, Asisten, Kadis Kebersihan dan Lingkungan Hidup, Kadis Perkim, Kadis PUPR, Kadis Kesehatan, Para Reje, Para Camat dan sejumlah LSM pegiat lingkungan yang ada di Negeri berhawa sejuk itu.

Read More

Sebagaimana diketahui perjanjian tempat pembuangan sampah yang ada di Mulie Jadi, Kecamatan Silihnara akan berakhir pada Juli 2020 mendatang. Artinya Pemerintah Daerah harus mencari solusi segera. Rencananya Blang Kekumur menjadi calon Tempat Pengolahan Sampah baru.

Ketua Forum Reje Silihnara, Selamat, mengaku telah membubuhkan tandatangan menolak Blang Kekumur dijadikan sebagai lokasi pembuangan sampah. Menurutnya, rencana itu perlu dikaji ulang oleh pemerintah, selain berada di perbukitan, bertanahkan pasir juga rentan terjadi longsor saat musim penghujan.

Senada dengan Ketua Forum Reje Silihnara, Reje Kampung Rutih yang wilayahnya berdekatan dengan Blang Kekumur menyatakan, kalaupun harus Blang Kekumur menjadi tempat pengolahan sampah, maka pemerintah harus menghadirkan mesin pengolah sampahnya terlebih dahulu. Hal tersebut supaya masyarakat yakin lokasi itu akan dibangun tempat pengolahan bukan pembuangan sampah.

“Waktu kami menolak sebelumnya, tidak ada kalimat “pengolahan” melainkan “pembuangan” seperti yang ada di Mulie Jadi Silihnara”sebutnya.

Selamat selaku Ketua Forum Reje Silihnara menyarankan agar keinginan pemerintah “direstui” masyarakat setempat dihadirkan dulu alatnya supaya masyarakat yakin. Karena lokasi itu merupakan lintasan cadangan” katanya didepan Bupati Aceh Tengah.

Menanggapi hal itu, Bupati Aceh Tengah, Shabela Abubakar meyakinkan bahwa Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah berkomitmen akan menghadirkan alat pengolahan sampah itu ke Blang Kekumur. Kendalanya saat ini, alat tersebut masih berada di Riau.

“Jika PSBB karena Covid-19 telah dibuka, alat tersebut akan diproses pengirimanya, saat ini berada di Riau,” terang Shabela, sembari menambahkan alat tersebut merupakan tindak lanjut MoU antara pemerintah Aceh Tengah dengan Malaysia.

Ia berharap, Pemerintahan kecamatan dan pemerintahan kampung yang ada diseputar calon lokasi tersebut mensosialisasikan kepada masyarakat.

“Bukan tempat pembuangan sampah, melainkan kita olah dan menjadi pendapatan bagi desa,” papar Bupati Shabela.(KG31)

Kabargayo.com menerima kiriman artikel dari pembaca, kirim ke email: beritagayo@gmail.com dengan biodata diri.

Related posts