Terkait “People Power” Dr. Joni : Bedakan Antara Kecurangan dan Kesalahan

TAKENGON: Terkait dengan seruan menggerakkan massa yang di klaim sebagai upaya mengecam dugaan kecurangan selama Pemilu tahun 2019, Akademisi dari Kabupaten Aceh Tengah Dr. Joni, MN.M.Pd.BI menyebut aksi melibatkan kekuatan rakyat jangan ditempatkan ketempat yang salah. Masyarakat harus mampu memilah antara kecurangan dan kesalahan.

“People Power itu terkadang dibutuhkan apabila digunakan untuk hal-hal yang positif, seperti mempertahankan sesuatu dari jajahan, serangan dari Negara luar,” kata Dr. Joni saat berbincang dengan media ini, Sabtu (18/05/2019) di Takengon.

“People Power” itu direncanakan akan digelar jika terjadi dugaan kecurangan dalam Pemilu tahun 2019. Pria yang kerap disapa Aman Rima ini menyebut, jika ditemukan kecurangan pada kontestasi politik 2019 seharusnya ditempuh di jalur hukum.

“Jika benar ada kecurangan dalam Pemilu berlabuhnya di institusi seperti Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) dan Mahkamah Konstitusi, itu pihak yang berwenang menyelidiki. Pemilu itu pesta, artinya berbahagia, bukan salah memahami dengan peperangan dan perpecahan,” jelasnya.

Tambahnya lagi, Indonesia butuh kenyamanan, ketenangan, dan keharmonisasian usai Pemilu, apapun masalah selama Pemilu kata dia, tangani sesuai nilai-nilai budaya dan keyakinan masing-masing. Siapapun yang akan terpilih nantinya kata dia terimalah dengan lapang dada.

“Siapapun yang terpilih nantinya, ciptakanlah kedamaian, hanya itu yang dinginkan warga Negara Indonesia, karena tidak mungkin kenyamanan dan kedamaian itu diciptakan dan dibuat oleh orang luar. Untuk itu gunakan “People Power” sesuai koridor hukum yang ada, gunakan gelar yang diraih untuk suatu kebaikan karena pendidikan itu baik,” pungkas Dr. Joni itu.

Iapun menjelaskan tentang kecurangan dan kesalahan, “Kesalahan itu beda dengan kecurangan, kesalahan adalah human error, Kecurangan merupakan kesalahan yang disengaja ini harus dibedakan, jangan diaduk, jika berpendidikan ini harus dipahami,” jelas Dr.Joni mengakhiri pembahasan tentang “People Power”. (Karmiadi)

Harap berkomentar dengan sopan dan tidak menyinggung SARA, Kami tidak bertanggung jawab dengan komentar anda!