Terkait Dugaan Ijazah Palsu, Disdik Aceh Tengah tak Terlibat

  • Whatsapp
Kepala dinas pendidikan dan kebudayaan Aceh Tengah Uswatuddin (Photo/Ist)

Kabargayo.com, Takengon: Terkait Dugaan ijazah palsu paket C dan paket B akhir akhir ini kian diperbincangkan di dua Kabupaten diwilayah Tengah Aceh diantaranya Aceh Tengah dan Bener Meriah.

Ijazah diduga palsu itu teranyar digunakan oleh oknum perangkat desa di Kabupaten Aceh Tengah, namun diperoleh dari dinas pendidikan Bener Meriah.

Read More

Kepala dinas pendidikan dan Kebudayaan Aceh Tengah Uswatuddin,M.AP mengaku, pihaknya tidak terlibat atas kasus yang kini sedang diperbincangkan itu.

“Kami tidak ada sangkut paut sama sekali terkait kasus ini, saya sangat tegas dengan masalah ini, karena ini masalah sensitif,” kata Uswatuddin, Kamis 14/01/2021 saat ditemui diruang kerjanya.

Pihaknya selalu mengingatkan dalam setiap pertemuan dalam rapat forum camat. Setiap pemilihan calon Reje (kepala desa -red) atau pendaftaran untuk calon apapun di kampung harus dilakukan seselektif mungkin.

“Tim verifikasi persyaratan harus selektif, karena Dinas Pendidikan Aceh Tengah tidak pernah mengeluarkan ijazah yang diperoleh dengan cara ilegal, semua harus melalui ujian paket,A, B dan C,” terang Uswatuddin.

Kata dia, oknum yang ingin mendapat ijazah ilegal pernah datang ke dinas pendidikan Aceh tengah dengan beragam rayuan supaya keinginannya dituruti. Namun kata Uswat, dengan dalih apapun harus ikuti aturan, dengan kata lain harus ikut ujian lewat Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM).

“Saya sangat tegas dengan masalah ini, memperoleh ijazah harus ujian, tidak ada instan jaman sekarang,” tegasnya.

“Kalau memang ingin memperoleh ijazah yang sebenarnya kenapa harus diperoleh dari Bener Meriah, kenapa tidak di Aceh Tengah,” tanyanya.

Saat ini legalisir dan tanda tangan ijazah yang asli tidak boleh di scan harus basah dan peraturan menyatakan harus menggunakan tinta biru tidak boleh berwarna hitam.

Bahkan, ia telah mewanti-wanti anggotanya untuk tidak menduplikat (Scan) tanda tangan ketika ada seseorang yang melegalilisir ijazah Paket A,B dan C.

Untuk mengetahui dugaan ijazah palsu itu, Uswatuddin menyarankan dinas pendidikan Bener Meriah untuk melapor ke pihak kepolisian, sehingga oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab itu dapat diketahi publik.

“Saya sarankan melapor ke Polisi, supaya kejadian serupa tak lagi terulang, biarlah kasus ini menjadi pelajaran. Ketika kasus ini terungkap, publik harus tau, siapa yang bermain, baik itu oknum dinas dan oknum yang membuat dugaan ijazah palsu itu,” harap Uswatuddin.

Diketahui, saat ini kontestasi Pilkades sedang menggeliat di Kabupaten Aceh Tengah, Uswatuddin berharap, tim verifikasi di desa lebih selektif, terutama, jika melihat ijazah paket A,B dan C yang berasal dari Bener Meriah dan mencurigakan segera melaporkan kepihak dinas.

“Silahkan melapor kekami, jika ditemukan ijazah yang mencurigakan, biar ditelaah kebenaranya,” ujar Uswatuddin, berharap kasus itu segara terungkap. (KG31)

Kabargayo.com menerima kiriman artikel dari pembaca, kirim ke email: beritagayo@gmail.com dengan biodata diri.

Related posts