Terkait Bibit Kopi Yang di Salurkan. Ahmad Ready, Sampai Kiamatpun Tidak Membenarkan Bibit itu

REDELONG: Ahmad Ready. SP, Kepala Dinas Perkebunan dan Kehutanan ( Disbunhut ) Kabupaten  Bener Meriah angkat bicara terkait penyaluran bibit kopi yang bersumber dari dana APBA mencapai 4, 013 milyar  ke Bener Meriah dan Aceh Tengah  yang berlabel biru dengan  nama G-2, ( pareitas Gayo-2) itu ilegal dan sampai kiamat pun kalau saya masih kepala dinas perkebunan dan kehutanan tidak mengakui kebenaran bibit kopi itu. Hal tersebut disamapikannya pada Kabargayo Selasa ( 20/12 ) dikediamanya Kampung Bale Atu Kecamatan Bukit.

Menurut Ahmad Ready, bibit kopi yang disalurkan kepada masyarakat Bener Meriah tersebut tidak jelas asal usulnya, karena sampai sekarang ini Dinas Perkebunan dan Kehutannan Bener Meriah tidak pernah mengeluarkan rekomundasi penyaluran bibit tersebut. Bahkan menerutnya jauh sebelumnya kita sudah melayakan surat penolakan bibit tersebut karena kita mengangab bibit tersebut tidak jelas. Paparnya.
Kita kwatir lanjut Ahmad Ready, bibit yang disalurkan tersebut tidak steril dan  mengandung penyakit, seperti bakteri dan jamur karena kalau bibit itu ditangkarkan di Binjai Sumatra Utara tidak menutup kemungkinan tanah yang digunakan mengandung jamur dan bakteri. Ujar Ahmad Ready.

Untuk itu Ahmad Redy menghimbau kepada seluruh masyarakat penerima agar jangan menanam bibit kopi yang telah dibagikan, dan lebih baik bibit itu dikembalikan saja bibit tersebut kalau masyarakat perduli dengan kopi gayo. Pinta Kadis Disbunhut itu.

” ada apa dibalik penyaluran bibit kopi yang didatangkan dari Binjai itu, kita patut menduga bibit tersebut akan menghancurkan keberadaan kopi digayo kedepannya. Karena semua orang tau kopi adalah merupakan sumber kehidupan perekonomian masyarakat Bener Meriah dan Aceh Tengah ” sebut Ahmad Ready.

Ahmad Ready menegaskan, kalau pun itu bibit G-2 yang ditangkarkan di Binjai juga tetap harus ada rekomendasi dari dinas Perkebunan Bener Meriah. Namun sampai hari ini kita tidak pernah mengeluarkan rekomundasi, dan atas dasar apa Yusmaniar mengatakan bibit itu legal yang jelas dia tindak paham dengan kopi. Tegasnya.

Surat penolakan dari dinas perkebunan Bener Meriah

Sebelumnya M. Amin direktur Gayo Mandiri Cofee saat dikonfirmasi beberapa awak media di depan Kantor Bupati Bener Meriah Senin ( 19/12 ) usai menyerahkan bibit kopi secara simbolis kepada Plt Bupati Bener Meriah Drs Hasanuddin Darj. MM mengatakan, sebanyak 275. 000 bibit kopi parietas Gayo 2 ( G-2 ) telah disalurkan kepada masyarakat penerima di seluruh Kecamatan di Kabupaten Bener Meriah.

” Bibit yang telah dibagikan kepada masyarakat yang memiliki kebun kopi adalah merupakan bibit G-2 dari Kebun Kopi Pak Maysir aman Al Kampung Batin Kecamatan Bandar. Dimana bibit tersebut ditangkarkan di Binjai Sumatera Utara Medan ” ungkap M. Amin.

Dia juga mengatakan, pihaknya telah menyalurkan bantuan bibit kopi tersebut kepada Petani, dan bahkan beberapa PNS jajaran Pemerintah daerah Bener Meriah yang memiliki kebun kopi. Seraya menambahkan masing-masing penerima mendapatkan bantuan bibit kopi yang berpariasi yang berkisaran dari 200 bibit sampai 1200 jumlah yang paling maksimalnya. Ujarnya.

Kepada awak media M. Amin mengaku hanya perwakilan petani dan penyalur, untuk itu saya tidak tau berapa anggaran untuk pengadaan bibit kopi yang dibagikan kepada masyarakat. Ungkapnya. ( Gona

Komentar Anda
SHARE