Temuan Tim Pansus DPRA DAPIl IV  di Aceh Tengah, Banyak Proyek Dikerjakan Asal-Asalan 

0


TAKENGON-Tim Pansus Dapil IV Aceh Tengah yang di ketuai Iberamsyah tidak bisa menyimpan kekecewaan terhadap pengunaan dana APBA tahun 2015 yang telah di kerjakan oleh pihak rekanan. Pasalnya dari beberapa lokasi yang di kunjungi tim yang beranggotakan lima orang ini selalu mengerutkan kening saat melihat langsung bangunan yang di gunakan dengan uang rakyat.

Kunjungan hari pertama (2/8) tim langsung menuju salah satu Sekolah Menegah Umum (SMU) Binaan 15 yang terletak di Desa Pegasing, disana dalam data yang ada tersebut ada pengunaan uang negara dari APBA 2015 senilai Rp. 700 juta lebih. dana tadi untuk mmembangun satu ruangan untuk para siswi dengan nama pembangunan Asrama Putri.

Kekecewaan tidak bisa di elakakan lagi, memasuki pintu utama Tim sudah gekleng-geleng kepala, pasalnya sang kontraktor dan PPTK pembangunan Asrama Putri tersebut tidak bekerja maksimal untuk menyerap uang rakyat terhadap bangunan yang di maksud.

“Bagimana pembangunan Asrama Putri kok begini,” celetuk Ismaniar politisi PAN sebagai sekretaris di tim pansus. “Aduh ini ada yang tidak betul dengan pengunaan anggaranya, kok pintunya begini, nah itu lagi,” kata Ismaniar sambil menunjuk daun pintu salah satu kamar di Asrama Putri tersebut bisa terlihat dari luar. “Bangunan ini tidak wajar dengan nilai begitu besar, seharusnya pengusaha dan PPTK harus bertangungjawab,” kata Ismaniar yang diamni oleh Adam Muklis.

Bagunan Asrama Putri yang terkesan asal jadi ini, menjadi catatan penting pansus dapil IV, dan akan dibahas dalam pertemuan selanjutnya dengan pihak yang terkait. Tidak hanya itu, ada lagi pembangunan Kolam Renang di DEsa Pegasing dengan nilai mencapai Rp 500 juta lebih. Lagi-lagi tim pansus mengerutkan dahi serta geleng-geleng kepala, pengunaan dana yang begitu besar hanya dengan kwalitas yang seadanya.

“Apa mereka pikir kami tidak ada di wilayah ini,” celetuk Alaidin Abu Abas dengan nada kecewa. Ini harus kita minta pertangungjawaban “Mereka” yang melanksanakan kegiatan ini.

“Bagaimana ini kenapa wilayah tengah ini selelu mendapatkan diskriminatif. “Kenapa wilayah tengah ini di diskriminatif dari segala hal, kami akan pangil PPTK dan pengusaha yang membangun ini,” ucap Alaidin Abu Abas dengan nada kecewa. 

Alhasil dalam pansus dapil IV diketuai oleh Iberamsyah, tim selalu mendapatkan kekecewaan dalam melihat langsung bangunan akan kegiatan yang dilakukan oleh pihak rekanan. “Ini terjadi karena tidak ada kontrol yang baik dari pihak PPTK dan konsultan yang mengerjakan kegiatan,” jelas Iberamsyah.

Anggota DPR Aceh DApil IV akan segera membahas temuan-temuan yang ada dilapangan untuk dijadikan bahan. “Kami akan pangil semua yang merugikan uang rakyat dalam pembanguinan di dapil IV,” tegas Iberamsyah didampingi Wakil Ketua Ramadhana Lubis. 

Selanjutnya masih banyak aitem pekerjaan yang tidak dikerjakan sempurna oleh rekanan dari Bina Marga serta Cipta Karya Provinsi Aceh yang saat ini menjadi temuan oleh tim pansus dapil IV, termasuk pembangunan yang ada di makan Reje Linge, Kecamatan Isaq. (Putra Gayo)

Komentar Anda
SHARE