Tanpa Gaji, 826 Orang Bakti di Bener Meriah” Kerja Sukarela”

0

 

REDELONG:Jaman Sekarang mencari pekerjaan memang sulit, tapi bagaiamana kalau ada pekerjaan tapi tanpa gaji?  Meski terdengar miris namun ternyata ada saja orang mau melakukannya, seperti yang terjadi di Kabupaten Bener Meriah, di Kabupaten penghasil kopi Arabica ini jumlah tenaga Bakti yang bekerja di berbagai intansi pemerintahan berjumlah 826 orang.

Kepala Dinas, (Kadis) Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Bener Meriah, Ir Mahmuddin mengatakan 826  tidak digaji sama sekali, bahkan untuk baju seragam dan keperluaan lainnya mereka harus membeli sendiri “Kita sebenarnya kasihan kepada mereka karena bekerja tanpa gaji”kata Mahmuddin.

Baca: Menyorot Persoalan Tenaga Honorer di Bener Meriah, Ini Rinciannya!

Dari data BKPP Bener Meriah,  yang didapat Kabargayo tenaga bakti ini tersebar di berbagai intansi pemerintahan di Bener Meriah,  paling banyak  guru yakni berjumlah 201 orang,   di UPTD Puskemas  Pante Raya 69 orang, Puskemas Lampahan 64 orang, Puskemas Bandar 59 orang, Puskemas Bener Kelipah 55 orang, Puskemas Ramung Jaya 31 orang, Puskemas Ronga-Ronga 28 orang, Dinas Pertanian 28 orang,  Puskemas Buntul Kemumu 27 orang,  Dinas Kesehatan 24 orang, Badan Penanggulangan Bencana 20 orang, Pukesmas Mesidah 19 orang, Camat Bener Kelipah 19 orang, Pukesmas Simpang Tiga 19 orang.

Bukan hanya itu, di kantor camat Pintu Rime Gayo 14 orang, Camat Permata 11 orang, Puskemas Blang Rakal 12 orang,  RSUD Muyang Kute 11 orang, Kominfo 7 orang, Dinas Pariwisata 5 orang,  BPM 6 orang,  Satpol PP-WH 5 Orang,  Camat  Wih Pesam 9 orang, Puskemas Singgah Mulo  7 orang, Sekertariat Kopri  5 orang, Pukesmas Samarkilang 5 orang, Dinas Pertanahan 4 orang, MPU 4 orang, Camat  Bandar 4 orang, Dinas Syariat Islam 9 orang, Camat Bukit 6 orang, Camat Gajah Putih 5 orang, BPPKBP 3 orang, Kesbangpol 3 orang dan  Sekertariat Daerah 2 orang serta BPM 2 orang.

Sementara itu, BPKPP, Koperasi dan UKM, Badan Pengelola Keuangan Pendapatan dan Aset, Perhubungan, Perdagangan, Sosial, Camat Syiah Utama, Baitul Mal, Dayah masing-masing mempunyai tenaga bakti 1 orang.

BacaPemda Bener Meriah Akan Rasionalkan Honorer yang Melebihi Batas Maksimal

Para tenaga ‘suka rela’ ini tidak punya penghasilan sama sekali. Kebanyakan mereka baru menyelesaikan pendidikan. Harapanya hanya kalau-kalau ada pejabat-pejabat berbaik hati memberikan “uang lelah” ala kadarnya yang tentu saja jauh dari kata layak.

Umumnya demi niat untuk bekerja mereka mengajukan permohonan dan rela tidak dibayar tapi ujung-ujungnya minta diangkat jadi tenaga honorer. Tragisnya, para TSK (Tenaga Sukarela ini) kerapkali yang mendapatkan beban kerja yang berat, demi menghormati pegawai lain yang statusnya lebih  “tinggi”.

Masalah ini sebenarnya telah menjadi perhatian serius pihak terkait di Bener Meriah, DPRK Bener Meriah telah meminta kepada Pemerintah Daerah untuk untuk segera merealisasikan pengurangan tenaga honorer dilingkungan pemerintah Kabupaten Bener Meriah termasuk tenaga Bakti sekarang tinggal menunggu realisasinya. (Arsadi Laksamana)

Komentar Anda
SHARE