Tahun 2016 Benar Meriah Bertengger di Peringkat Ketiga Termiskin Se-Aceh

0

REDELONG : Dalam upaya penentasan kemiskan setiap Kabupaten di Aceh terus memaksimalkan program yang dapat menurunkan angka kemiskinan, melalui program yang berpihak pada masyarakat melalui program disetiap instansi Pemerintahan.

Pada tahun 2015 Kabupaten Bener Meriah menduduki peringkat kedua angka kemiskinan, terus berupaya semaksimal mungkin menurunkan angka kemiskinan tersebut, melalui program yang di infelementasikan Pemerintah melalui program pemberdayaan yang berpihak pada masyarakat alhasil pada tahun 2016 Bener Meriah berhasil menurunkan angka kemiskinan sehingga pada saat ini Bener Meriah Bertenger di peringkat ketiga termiskin di Provinsi Aceh.

Dalam acara rapat tim  koordinasi penanggulangan kemiskinan Kabupaten Bener Meriah yang dilaksanakan pada Rabu ( 14/12 ) di aula Kantor Bappeda setempat dihadiri Asesten I Muhammad Ja’far SH MH, Asesten II Drs. Muklis dan para SKPK berjalan hidmad.

Drs Muklis mewakili Plt Bupati Bener Meriah Drs Hasanuddin Darjo MM dalam sambutanya menyampaikan, berdasarkan Peraturan Presiden Republik Indonesia nomor 15 tahun 2010 tantang percepatan penanggulangan kemiskinan disebutkan bahwa atah strategis yang digunakan adalah, mengurangi beban pengeluaran masyarakat miskin, meninglatkan kemampuan dan pendapatan masyarakat miskin, mengembangkan dan menjamin keberlanjutan usaha mikro dan kecil, dan mensinergikan kebijakan program penanggulangan kemuskinan.

” Dalam upaya pengentasan kemiskinan Pemerintah Kabupaten Bener Meriah harus berjalan secata sinergis dan berkelanjutan, dengan sistem yang harus dilakukan melalui dua sisi secara terpadu seperti ; dari sisi penghidupan masyarakat miskin dan sisi produksinya “, ujar Drs Muklis.

Drs Muklis menambahkan, Pemda Bener Meriah telah menargetkan penurunan angka kemiskinan sampai dengan 18, 72 persen pada tahun 2016. Dalam upaya tetsebut bukan pekerjaan yang mudah karena angka kemiskinan di Bener Meriah masih 31, 55 persen. Kata Asesten II tersebut.

” komitmen menurunkan angka kemiskinan perlu terus untuk diperbaharui sebagai mana yang telah diamanatkan tujuan Millenium Development Goal’s ( MDG’S ), angka kemiskinan di tahun 2016 harus turun separuh dari jumlah penduduk miskin. Dari jumlah tersebut Bener Meriah harus mampu dan wajib menurunkan kemiskinan sampai 10, 78 persen ” terang Drs Muklis.

Percepatan penanggulangan kemiskinan, lanjut Drs Muklis kita harus memperogramkan penyediaan program dan layanan pembangunan, dengan upaya sinergi antara perencanaan dan penganggaran agar berpihak pada masyarakat miskin. Sebutnya.

Sementara itu Kepala Subidang( Kasubid ) Ardian pada Kabargayo Rabu ( 14/12 ) di Kantor Bappeda mengatakan, dalam upaya pengentasan kemiskinan para Instansi harus membuat program pemberdayan terhadap masyarakat miskin. Kata Ardian.

” Melaui program yang memberdayakan masyarakat insya allah dapat meminilisir angka kemiskinan dan mengurangi penganguran. Dimana katagori masyarakat miskin adalah pendapat perkapitalnya sanggat rendah “

Dai menambahkan, pada tahun 2016 Bener Meriah telah mampu mengurangi angka kemiskinan hampir 7, 58 persen sehingga pada tahun sebelumnya kita menduduku peringkat kedua termiskin di Aceh kini menjadi peringkat ketiga. Dan kita mengharpakan ditahun-tahun yang akan datang angka kemiskinan di daerah penghadil kopi ini dapat turus diturunkan semaksimal mungkin. Pinta Ardian ( Gona )

Komentar Anda
SHARE