Tagore Desak Presiden Teken Grand Desain Pemekaran Provinsi Baru di Aceh

  • Whatsapp

Kabargayo.com, Takengon: Mantan Anggota DPR-RI Dapil II Aceh Ir Tagore Abubakar mengaku, pemekaran Provinsi baru di Aceh tinggal menunggu tanda tangan Presiden Joko Widodo. Tandatangan yang dimaksud yaitu rancangan peraturan Pemerintah Republik Indonesia tentang Grand Desain (Rancangan Induk) penataan daerah.

“Sudah disahkan oleh Komisi II DPR-RI tanggal 06 Februarri 2016 yang lalu dan telah direkomendasikan kepada Pemerintah pusat untuk menjalankan dan kini tinggal menunggu tanda tangan Presiden, upaya yang harus dilakukan saat ini tinggal menjumpai Presiden dan Mendagri sehingga upaya ini bisa terwujud,” kata Tagore Abubakar kepada awak Media, Selasa (22/09/2020) di Takengon.

Read More

Dalam rancangan tersebut belum disebutkan nama untuk provinsi pemekaran itu. “Dalam rancangan tersebut belum ditentukan nama yang disandang oleh Provinsi baru yang akan dimekarkan, namanya bergantung pada daerah yang akan dimekarkan, yang penting kita mendesak Presiden Joko Widodo untuk menandatangani rancangan tersebut menjadi aturan,” paparnya.

ketika Grand Desain itu telah ditandatangani Presiden Joko Widodo selanjutnya baru ditentukan nama yang akan dibuat dan daerah-daerah mana saja yang bergabung dalam pemekaran itu. penentuan itu kata dia tergantung kesepakatan daerah itu sendiri.

Sebelumnya kata Mantan Bupati Bener Meriah itu, DPR-RI telah sepakat Aceh menjadi dua provinsi dengan Kepentingan Strategis Nasional (KSN), anggaran pembangunanya kata dia bersumber dari APBN persiapanya boleh lebih dari 3 tahun bahkan sampai 6 tahun harus jadi.

“Untuk bangunan seperti gedung Gubernur dan kantor DPRA nya, bersumber dari Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN), ini kata Undang-undang,” timpalnya.

“Kami sarankan, jangan lagi membuat perjuangan baru, upaya yang harus ditempuh saaat ini para tokoh berkumpul dan menemui Mendagri dan Presiden untuk mewujudkan perjuangan yang telah disepakati sebelumnya, dan ini langkah yang benar” kata Tagore.

Saat ini beredar di Media Sosial (Medsos) perjuangan pemekaran Aceh Lauser Antara (ALA) kembali digelorakan oleh berbagai pihak, Tagore mengapresiasi semangat itu, namun katanya, masih ada sejumlah pihak yang belum mengerti samapai kemana perjuangan itu sudah dilakukan.

“15 tahun telah berjuang, hari ini kembali teriak-teriak lahirkan ALA, seolah-olah perjuangan itu belum pernah dimulai. Sudahlah, ini sudah jadi tinggal disahkan, sebagai mantan Anggota DPR-RI tugas berat itu sudah saya selesaikan, saatnya mendesak Presiden untuk menandatangani,” tutup Tagore Abubakar.

Kabargayo.com menerima kiriman artikel dari pembaca, kirim ke email: beritagayo@gmail.com dengan biodata diri.

Related posts