Story Kampung Wih Due ( Ponosan Jaya )

0
image
Suasana pedesaan, perkebunan kopi dan tembakau (Ilustrasi)

REDELONG-Kampung Wih Due dulunya adalah merupakan dusun dari Kampung Wih Tenang Toa  yang berada di Kecamatan Bandar dulunya dan Kecamatan Permata pada sekarang ini , seiring berjalannya waktu penduduk dusun Wih Due kian tahun kian bertambah dari puluhan Kepala Keluarga ( KK ) hingga menjadi ratusan KK. Bertambahnya penduduk di Kampung tersebut yang telah memungkinkan di jadikan sebuah desa.

Berdasarkan usulan dan musyawarah oleh tokoh masyarakat sehingga kampung Wih Due di mekarkan dari Kampung induk Wih Tenang  Toa dan disepakati menjadi Kampung Penosan Jaya yang berada di Kecamatan Permata Kabupaten Bener Meriah.

Masyarakat Kampung Wih Due (Penosan Jaya ) merupakan mayoritas etnis Gayo, dan kebanyakan masyarakat pendatang dari Kabupaten Gayo Lues pindah ke daerah tersebut untuk mengais rizki sebagai petani tembakau dan kopi guna untuk meraih kehidupan yang lebih sejahtera.

Wih Due yang merupakan Kampung marginal atau terisolir awalnya masyarakat yang tinggal di tempat tersebut menjalani hidup dengan kesederhanaan. sebagai penduduk perintis daerah tersebut harus rela menjalani kehidupan yang memilukan karena harus rela tinggal dirumah yang seadanya, tanpa ada listrik untuk penerang dan bahkan jalan menuju kampung tersebut masih seadanya yang di bangun masyarakat secara bergotong royong, namun semangat mereka tidak pernah pudar walau tidak punya fasilitas listrik dan jalan yang layak.

Untuk membeli kebutuhan sehari-hari masyarakatnya harus rela berjalan kaki sampai 4 kilo menuju Ramung Jaya, karena belum ada mobil angkutan umum kedaerah tersebut. Bila masa panen tembakau atau tanaman lainya barang mereka harus di angkut dengan gerbak yaitu gerobak yang ditarik dengan kerbau dan itu tidak semua masyarakat memilikinya dan bagi mereka yang tidak memiliki harus menyewanya agar barangnya dapat di angkut ke Pondok Baru atau Kampung Ramung Jaya.

Tahun demi tahun perlahan masyarakatnya bangkit dari keterpurukan, beberapa masyarakatnya sudah bisa memiliki sepeda motor bahkan mobil, namun jalan menuju kampung tersebut belum tersentuh pembangunan dari Pemerintah Kabupaten Bener Meriah, akibatnya MHD Saleh  seorang masyarakatnya yang sudah mulai penghasilan lumayan berinisiatif membuka jalan dengan mengunakan uang pribadinya yang berharap nantinya pemerintah daerah mengembalikan uangnya itu. Namun sampai sekarang ini uang tersebut juga belum di bayar, kendati pun begitu dia tidak pernah menyesal dan menuntut untuk harus dibayarkan karena dia hanya memikirkan bagai mana Kampungnya itu memiliki akses jalan yang memperlancar urusan masyarakat serta memikirkan perekonomian masyarakat di daerah tersebut dapat sejahtera.

Perhatian dan rasa sosialnya yang tinggi tersebut dalam pemilihan anggota legislatif 2014 yang lalu dia terpilih menjadi salah satu anggota DPRK Bener Meriah dari partai Golkar.

Cita-cita yang mulia untuk mewujudkaan pembangunan di Kecamatan Permata tersebut mengantarkan dia menjadi wakil rakyat dari dapil 2 dan memperoleh suara terbanyak urutan kedua dari 10 anggota DPRK Bener Meriah dari daerah pilihan dua yang meliputi 5 kecamatan, yakni Kecamataan Bandar, Permata, Bener Kelipah, Mesidah dan Kecamatan Syiah
Utama.

Dorongan dan dukungan dari. Tokoh masyarakat di Kecamatan tersebut membangkitkan hasrat dia untuk maju pada pemilihan legeslatif 2014 yang lalu.

Kini Pembangunan di Kecamatan Permata sudah dapat dinikmati masyarakat, terutama di daerah Kampung Wih Due ( Penosan Jaya ), pasilitas jalan sudah terlihat pembangunannya.

Wih Due sekarang jauh berbeda dengan Wih Due 10 tahun yang lalu, bahkan MHD Saleh sudah mendirikan pasantren di Kampung Tersebut, yang di huni santriwan, santriwati masyarakat di seputar daerah tersebut. (Gona )

Komentar Anda
SHARE