Soroti Anggaran Masker Rp2.1 Miliar, Fauzan DPRK: Angka Itu Terlalu “Gemuk”

  • Whatsapp
Sekretaris Komisi D DPRK Aceh Tengah Fauzan saat menunjuk pemberitaan tentang anggaran pengadaan masker didinas Kesehatan (Photo/Kabargayo)

KABARGAYO.COM, Takengon; Salah satu Anggota DPRK Aceh Tengah Fauzan soroti anggaran yang dikeluarkan Dinas Kesehatan setempat untuk pengadaan masker kain sebesar Rp2.1 Miliar, menurutnya, angka itu terlalu besar jika hanya khusus untuk membeli masker.

“Jika anggaran ini digunakan untuk pengadaan masker dan APD bisa jadi, jika merunut kejumlah penduduk Aceh Tengah saya rasa tidak sampai menelan anggaran Rp2.1 miliar khusus untuk masker,” kata Politisi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) itu, Kamis (11/06/2020) di Takengon.

Read More

Menurut data yang dikeluarkan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) per 11 Februari 2020 merilis sebanyak 214.828 warga Aceh Tengah yang tersebar diseluruh Kampung di-14 Kecamatan.

“Jika jumlah masyarakat mengacu ke data yang dikeluarkan Disdukcapil Aceh Tengah, anggaran dikeluarkan hanya Rp.1.503.796.000, sisanya kemana, apakah akan hangus terhitung sebagai pajak,” timpal Fauzan.

Ia mengaku, anggaran penangan Covid-19 seharusnya lebih difokuskan pada petugas yang ada di pos perbatasan, mereka kata Fauzan lebih terkuras energinya untuk menghalau masyarakat yang akan masuk ke Aceh Tengah.

“Seharusnya anggaran untuk petugas di pos perbatasan dan untuk sembako masyarakat anggaranya dibesarkan, karena disanalah kunci memutus mata rantai penyebaran Covid-19,” terang Fauzan, sembari menyebut, penggunaan anggaran Covid-19 itu kurang transfaran dengan lembaga DPRK Aceh Tengah, fungsi mereka merasa terabaikan terutama anggaran didinas kesehatan.

Lebih lanjut kata Fauzan, pengadaan masker kain itu harus tepat sasaran, ia juga menilai masker tersebut terlambat dibagikan ke masyarakat. Menurutnya, masyarakat Aceh Tengah hampir 40 persen telah membeli masker secara pribadi.

Ia berharap, Dinas kesehatan Aceh Tengah transfaran terkait pengadaan masker kain itu, ketika masker itu usai dijahit oleh penjahit lokal hendaknya ada list yang dikeluarkan untuk setiap kecamatan di Aceh Tengah. ‘Supaya tidak ada indikasi penyelewengan anggaran,” tutup Sekretaris Komisi D itu.

Untuk diketahui, Dinas Kesehatan Aceh Tengah menyiapkan masker sebanyak 300.000 dari anggaran APBK dengan total Rp.2,1 Miliar. Diprediksi masker kain produk lokal itu akan rampung minggu depan dan akan dibagikan bertahap, tahap pertama dibagikan sebanyak 200.000.

Penyaluranya, dari Kabupaten disalurkan ke Kecamatan dan dari Kecamatan selanjutnya menyalurkan ke Kampung, dari Kampung langsung ke masyarakat. Semua masyarakat berhak menerima masker itu, selain anak-anak dibawah umur 5 tahun. (KG31)

Kabargayo.com menerima kiriman artikel dari pembaca, kirim ke email: beritagayo@gmail.com dengan biodata diri.

Related posts