Soal Percepatan Penanganan Covid-19, Ini Laporan Bupati Bener Meriah Ke Plt. Gubernur Aceh

  • Whatsapp
Video Confren dengan menggunakan aplikasi zoom meeting diruang media centre Kabupaten Bener Meriah, Jum’at, (18/9/2020).

Kabargayo.com, Takengon: Mewakili Bupati Bener Meriah, Asisten III, Suarman, didampingi jajaran SKPK dan unsur Forkomfinda Plus menyampaikan laporan Bupati kepada Plt. Gubernur Aceh, Nova Iriansyah dalam rangka mendukung Sinergitas antara Pemerintahan Aceh dengan Kabupaten/Kota untuk mempercepat Penanganan Covid-19 di Aceh yang diselenggarakan secara virtual dengan menggunakan aplikasi zoom meeting diruang media centre Kabupaten Bener Meriah, Jum’at, (18/9/2020).

Laporan Bupati tersebut disampaikan menindak lanjuti isi Kawat Gubernur Aceh No. 080/13444 tertanggal 14 September 2020 yang membahas tindak lanjut Pergub Aceh No. 51/2020 Tentang Peningkatan Penanganan Covid-19 Penegakan disiplin dan penegakan hukum Protokol Kesehatan di Aceh.

Read More

Dalam  laporan itu, menjelaskan Kabupaten Bener Meriah dalam sinergitas dengan Pemerintah Provinsi Aceh telah mengambil langkah-langkah, mulai dari kesiapan Pinere dan isolasi OTG serta jumlah kasus, Penanganan Bidang Kesehatan yang mencakup kegiatan preventif, kegiatan promotif, kegiatan kuratif, penegakan hukum protocol kesehatan (Pembentukan Perbup, Sosialisasi dan koordinasi, penerapan sanksi) serta kisah sukses dalam penangan Covid-19 di Kabupaten Bener Meriah.

Dalam lingkup kegiatan preventif Pemerintah Kabupaten Bener Meriah  melakukan pembentukan gugus tugas percepatan penanganan Covid-19, Membentuk Taskforce, menyusun pedoman adaptasi kebiasaan baru Covid-19 untuk 22 sektor, melakukan Tracking, Testing dan monitoring  bagi orang yang beresiko Covid-19 (Erat, Suspect dan Probable) dan pasien konfirmasi positif Covid-19.

Sambungnya, Program Kampung tangguh Covid-19, memastikan setiap fasilitas umum  dan pelayanan public aman dari penularan Covid-19. Ditingkat Pukesmas juga  dibentuk Tim Covid-19.

Selain itu, kepada setiap kampung dihimbau untuk menyiapkan ruang isolasi atau karantina kampung. Selain itu, membatasi kegiatan keramaian serta melakukan screening ketat pada pelayanan kesehatan diseluruh tingkat fasilitas pelayanan kesehatan seperti Polindes, Puskesmas dan Rumah Sakit.

Sementara di bidang promotif,  jelas Suarman, melakukan himbauan pentingnya deteksi dini dan pencegahan Covid-19, sosialisasi pencegahan penularan Covid-19 sampai kekampung-kampung, sosialisasi dan edukasi melalui berbagai media.

Termasuk simulasi pelaksanaan protocol kesehatan pada fasilitas public, simulasi pemulasaran jenazah, pemasangan spansuk, banner, poster dalan lainnya.

Sedangkan dalam kegiatan kuratif Pemkab Bener Meriah  juga telah melakukan penanganan/perawatan kasus probable, menyiapkan ruang karantina  Kabupaten, melakukan tes SWAB.

Pemkab Bener Meriah, sebutnya  juga merencanakan Bener Meriah untuk dapat menjadi Kabupaten Mendiri Penanganan Covid-19, termasuk sanksi Penegakan hukm Protokol Kesehatan.

Dalam kesempatan juga dilaporkan jumlaj isolasi OTG, jumlah kasus yang dirawat di ruang pinere, jumlah kasus yang dirujuk ke RSUZA serta jumlah OTG yang diisolasi lengkap dengan data disampaikan oleh Asisten III dalam Video Confrence tersebut.

Pada Vidcon itu masing-masing Bupati/Walikota semua menyampaikan laporannya kepada Plt. Gubernur dan juga semua Forkopimda Aceh juga memberikan sambutan dan arahanya. (KG78/REL)

Kabargayo.com menerima kiriman artikel dari pembaca, kirim ke email: beritagayo@gmail.com dengan biodata diri.

Related posts