Soal Oknum Kontraktor “Mengamuk” di Dinas PUPR Aceh Tengah Ditangani Polisi

Polisi memasang police line di salah satu ruangan kantor di dinas PUPR Aceh Tengah.

TAKENGON: Pegawai di Kantor Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kabupaten Aceh Tengah, mendadak heboh. Mereka dikejutkan dengan aksi salah seorang oknum yang diduga seorang kontraktor yang tiba-tiba menendang salah satu pintu ruangan Kabid di kantor tersebut lalu mengambil kursi dalam ruangan dan membantingkan ke dinding. Sabtu ( 29/6/ 2019).

Entah apa yang memicu kemarahan pria berinisial H, sehingga melakukan aksi tersebut, akibat perbuatannya, pintu yang terkena hantaman luapan emosinya, rusak dan “berlobang”.

Menurut salah seorang pegawai, Yan Oriza kejadiannya begitu cepat. Salah seorang berinisial yang kemudian diketahui berisial H mendatangi salah satu ruangan yang diketahui, ruangan Kabid Pemeliharaan Jalan dan Jembatan (Iwan Januari-red).

“H datang tanpa ada kata-kata, langsung menendang daun pintu ruangan milik Iwan Januari dengan keras, sehingga berlubang” katanya.

Yan Oriza, dekat dengan ruangan, terkejut dengan dua kali suara dentuman, dan keluar berusaha mencari tahu suara tadi, serta berusaha mengetahui siapa yang melakukan aksi.

“Saya keluar berusaha mencari tahu siapa yang melakukan aksi didalam kantor,” kata Yan dengan nada bertanya. Usai melakukan aksinya itu H langsung pergi meninggalkan kantor PUPR, seperti tidak terjadi sesuatu hal,” terang Yan Oriza kepada awak media, (1/7/2019).

Yan Oriza, mengaku tidak mengenal siapa H dan baru pertama melihatnya.

Kepala Dinas (Kadis) PUPR, Ir. Khaidir kemudian melaporkan kejadian tersebut ke aparat kepolisian untuk segera ditangani dengan baik secara hukum.

Ruangan Kabid Pemeliharaan Jalan dan Jembatan sejauh ini sudah di bubuhi garis polisi oleh aparat penegak hukum. “Ini dibubuhi garis polisi sore hari setelah kejadian,” menurut Yan Oriza.

“Kami melaporkan tindakan H, karena ini adalah bentuk intimidasi terhadap bawahan saya. Dan hal ini harus tangani dengan baik oleh aparat penegak hukum. Saya melaporkan kejadian saat sore hari itu,” kata Khaidir didampingi Kabid Pengairan.

Menurut Khaidir, oknum kontraktor yang mengamuk itu diduga akibat tidak menang tender “pengairan” yang sudah di umumkan oleh Pokja tender. “Dugaan kami oknum kontraktor itu mengamuk karena kalah tender,” jelas Khaidir.

Pihak Polres Aceh Tengah, melalui kasat Reskrim Iptu Agus Riwayanto mengatakan, kasus tersebut saat ini tengah ditangani pihaknya. Dan dalam hal ini pihaknya sudah mengamankan satu kursi yang dipergunakan oleh H.

“Kita sudah mengamankan satu buah kursi yang digunakan H sebagai alat untuk melakukan perusakan ruangan di kantor PUPR. Kita akan serius menangani kasus ini,” jelas Kasat Reskrim. (Arsadi)

 

Harap berkomentar dengan sopan dan tidak menyinggung SARA, Kami tidak bertanggung jawab dengan komentar anda!