Soal Kopi Gayo, Shabela: Resi Gudang Ditambah, Bank Berikan Kredit ke Koperasi!

  • Whatsapp

Kabargayo.com, Takengon: Bahas anjloknya harga kopi Gayo dan solusi untuk petani, Bupati Aceh Tengah, Shabela Abubakar gelar pertemuan bersama para pengusaha kopi, DPRK dan DPRA pihak Perbankan, asosiasi dan para pemerhati kopi di Aceh Tengah. Juga bersama anggota DPRA dapil 4, Hendra Budian yang turut ikut hadir dalam pertemuan dengan video conference. Pertemuan ini berlangsung di ruang rapat Bupati, Senin (13/4/2020),

Bupati Aceh Tengah, Shabela Abubakar dalam pertemuan itu mengakui harga kopi saat ini memang telah anjlok. Tak hanya di Gayo harga kopi turun hampir di seluruh dunia disebabkan ada pademi virus Corona, dan bukan hanya komoditi kopi saja.

Read More

Dalam pertemuan ini, Shabela meminta para Pihak Bank memberikan bantuan kredit kepada koperasi eksportir. Agar koperasi dapat membeli kopi petani.

Shabela menyampaikan jika mengandalkan BUMD ia pesimis akan berjalan” Karena BUMD kita tidak berpengalaman soal kopi masih soal getah”terangnya.

“Untuk menggunakan dana stimulus yang dipersiapkan oleh pemerintah untuk seluruh Indonesia, syaratnya harus ada UMKM yang terpercaya, tidak menunggak pajak, tidak boleh menunggak di Bank. Artinya ada banyak persyaratan” sebut Shabela.

Orang nomor satu di Kabupaten Aceh Tengah ini mengatakan, cara paling aman adalah dengan sistem resi Gudang. Yakni meningkatkan kapasitas resi gudang. Untuk syaratnya bisa dipercepat dan diperingan. Apalagi di Aceh Tengah terdapat perusahaan eksportir sehat yang dapat mengelola resi gudang.

Ia menerangkan untuk penambahan resi gudang sangat memungkinkan dilakukan “Seolah-olah sulit betul ke Bappebti, mungkin saat ini agak sulit karena dalam situasi Corona, tapi kalau berhubungan dengan Bappebti tidak masalah” kata Shabela.

Pemerintah daerah saat ini, sebut Shabela juga sedang berusaha untuk mencari payung hukum perihal apakah penggunaan pergeseran anggaran digunakan untuk modal usaha.

“Payung hukum, apakah boleh pergeseran anggaran ini digunakan untuk modal usaha” sebut Shabela.

Sebelumnya, dampak covid-19 telah yang mewabah secara global dan merusak perekonomian dunia. Hingga kini belum bisa diprediksi secara pasti kapan krisis ini berakhir. (Arsadi)

Kabargayo.com menerima kiriman artikel dari pembaca, kirim ke email: beritagayo@gmail.com dengan biodata diri.

Related posts