Soal Dugaan Ijajah Palsu, Komisi A akan Panggil Panitia Pemilihan Reje Genting Bulen

TAKENGON: Anggota DPRK Aceh Tengah, Hamzah Tun, harapkan Bupati Aceh Tengah untuk tidak mengeluarkan SK terhadap Kepala Desa Genting Bulen yang baru saja terpilih lewat pemilihan Reje Kampung setempat, sebelum didapatkan kejelasan hukum terkait dugaan ijajah palsu dalam pemilihan reje kampung tersebut.

Alasannya, kata Hamzah Tun karena pihak DPRK Aceh Tengah mendapatkan pengaduan dari sejumlah masyarakat genting Bulen, prihal dugaan penggunaan ijajah palsu dalam pemilihan Reje Kampung itu.

“Kita (Komisi A) akan menyelusuri dan merekomendasi pelaporan terkait dengan dugaan ijajah palsu ini kepada pihak berwajib,” kata Hamzah Tun dimana sebelumnya juga sudah berkonsultasi dengan Camat Ketol, Maimun.

“Kita akan panggil panitia pemilihan dan pihak terkait seperti camat dan lainya, untuk menjelaskan dihadapan anggota DPRK terkait hal tersebut,” ucap anggota dewan yang akrab disapa Jhon itu.

Jika hal tersebut benar, kata Hamzah Tun hal tersebut harus “dibersihkan”Karena itu jelas-jelas melanggar aturan, dan harus kita luruskan jangan sampai hal tersebut terulang kembali,” ujar Hamzah Tun yang biasa disapa Jhon.

Komisi A DPRK Aceh Tengah akan memanggil perangkat atau panitia pemilihan dan akan bertanya kenapa ijajah palsu bisa lewat dalam administrasi pendaftaran calon kepala desa.(Putra Gayo)

Harap berkomentar dengan sopan dan tidak menyinggung SARA, Kami tidak bertanggung jawab dengan komentar anda!