Skorsing 17 Hari, Sidang Paripurna RAPBK-P Bener Meriah Akhirnya Dicabut

REDELONG: Skorsing sidang Paripurna RAPBK-P 2018 yang menggantung selama 17 hari, sejak pimpinan sidang yang kala itu dipimpin langsung Guntarayadi.SP, Ketua DPRK Bener Meriah pada 22 Oktober 2018 mengetuk Palu persidangan untuk di skorsing, akhirnya dalan sidang lanjutan RAPBK-P 2018 skorsing tersebut dicabut Wakil I DPRK Bener Meriah Darwinsyah. Rabu 6 November 2018.

Sidang Paripurna lanjutan RAPBK-P yang sempat mengambang selama dua pekan itu, tampak tidak dihadiri Ketua DPRK Guntarayadi dan sidang pun dipimpin Darwinsah wakil ketua I.

Tidak dicabutnya skorsing sidang Paripurna RAPBK-P sebelumnya, menimbulkan bermacam spekulasi dari berbagai kalangan di Kabupaten Bener Meriah.

Alasan demi alasan pun bermunculan antar pihak eksekutif dalam hal ini ketua TAPD yang menyampaikan kelanjutan persidangan tersebut menunggu pihak legislatif untuk menjadwalkan sidang, begitu juga sebaliknya pihak legislatif mengatakan menunggu jawaban yang disampaikan pihak eksekutif atas konsultasi dengan pihak provinsi.

Akhirnya, penantian panjang kelanjutan sidang dilaksanakan dengan hasil semua fraksi DPRK Bener Meriah ( fraksi PDIP, Merah Putih, dan fraksi gabungan Musara pakat) menerima pengajuan RAPBK-P 2018 menjadi APBK-P yang diajukan oleh pihak eksekutif dengan ditandai penandatanganan RAPBK-P oleh Plt Bupati Bener Meriah Tgk H Sarkawi dan Darwinsah serta Andi Sastara wakil I, II DPRK Bener Meriah.

Kendati dalam penyampaian Pendapat akhir fraksi, dua fraksi yakni fraksi PDIP yang dibacakan Drs. Zetmen dan fraksi Merah Putih yang dibacakan Anwar tidak menyebutkan rincian anggaran dalam RAPBK-P 2018 yang diajukan oleh eksekutif sidang yang dilanjutkan diperkirakan akan berjalan alot, namun pada kenyataannya sidang yang dipimpin Darwinsah Politisi Golkar tidak mendapat kendala sedikitpun karena semua anggota DPRK yang hadir tidak ada yang mengkritik terkait dengan pengajuan anggaran tersebut.

Sementara dalam rincian pendapat akhir fraksi gabungan Musara Pakat, yang dibacakan Safri Kaharuddin menyampaikan rincianya. Pendapatan, belanja langsung dan belanja langsung.

Terkait ketidak hadirin ketua DPRK Bener Meriah dalam melanjutkan sidang RAPBK-P, media ini sempat menghubungi Guntarayadi via SMS namun sampai berita ini diturunkan belum ada jawaban. (Gona)

Harap berkomentar dengan sopan dan tidak menyinggung SARA, Kami tidak bertanggung jawab dengan komentar anda!