Simulasi Penguburan Jenazah Covid-19 di Aceh Tengah Tak Sesuai SOP

  • Whatsapp
proses simulasi pemakaman jenazah Covid-19 oleh petugas (Photo/Arinos)

Kabargayo.com, Takengon; proses simulasi penguburan jenazah diagnosa Covid-19 dikawasan pemakaman Asir-Asir Kecamatan Lut Tawar Kabupaten Aceh Tenga tak sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP).

Pantauan media ini dilokasi, sebanyak 4 petugas penguburan jenazah Corona tak mengenakan Alat Pelindung Diri (APD) lengkap. Seperti mengenakan sarung tangan dan menggunakan tali untuk menurunkan jenazah.

Read More

Ukuran peti jenazah juga tak sesuai dengan lubang kuburan yang telah disiapkan oleh petugas pemakaman, sehingga petugas harus menggali kembali sisa kekurangan itu.

Begitupun dengan petugas yang mengangkat jenazah dari Mobil Ambulance ke tempat pemakaman dengan jarak 300 meter dari jalan raya belum mengenakan APD lengkap seperti sarung tangan, petugas hanya mengenakan kantong plastik diikat sebagai ganti sarung tangan atas inisiatif Kepala Satpol PP Aceh Tengah Syahrial.

Umumnya, jenazah Covid-19 harus dikuburkan dengan rentang waktu 4 jam setelah menghembuskan nafas terakhir. Dalam hal ini Dinas Kesehatan Aceh Tengah belum siap menghadapi situasi darurat.

Kapolres Aceh Tengah AKBP Nono Suryanto, S.IK dan Dandim 0106 Letkol Inf Valyan Tatyunis sempat menegur Kepala Dinas Kesehatan Aceh Tengah Jayusman dilokasi pemakaman.

Kapolres meminta Dinas Kesehatan harus siap menghadapi situasi dalam kondisi apapun, termasuk harus melengkapi APD petugas yang terlibat dalam pengurusan jenazah diagnosa Covid-19.

Meski hanya simulasi, semua harus lengkap, APD maupun kebutuhan petugas lainya.

“Kegiatan hari ini merupakan bukti keseriusan kita dalam menghadapi jenazah Covid-19 di Aceh Tengah, ini adalah gambaranya, jika kita tidak siap nanti realisasinya bagaimana, kita tidak tau perkembangan wabah ini seperti apa kedepanya,” terang Kapolres, Selasa (21/04/2020) berharap tidak ada pasien Positif Corona di Kabupaten yang ia pimpin itu.

Dandim 0106 Aceh Tengah turut meminta Dinas Kesehatan untuk memberikan langsung APD petugas yang terlibat dalam penguburan jenazah itu sehingga dalam aksinya nanti tidak ada alasan tidak ada APD.

“Berikan langsung alat kelengkapan nya kepada petugas, jangan disimpan dikantor, ini penting, jadi, sewaktu waktu langsung kerja tanpa harus ambil lagi kekantor, selanjutnya perlu koordinasi ekstra” terang Dandim berharap semua pihak ekstra siap menghadapi bencana non alam itu.

Jayusman sempat menjawab pertanyaan yang dilontarkan, menurut nya APD untuk peroses pemakaman telah disiapkan sebanyak 60 unit untuk petugas. Selanjutnya kata dia akan diserahkan langsung kepetugas.

Kedepan katanya, akan lebih sigap dan mempersiapkan kebutuhan petugas, begitupun lebih lanjut akan menyesuaikan dengan SOP yang ada.

“Selanjutnya akan lebih SOP lagi,” kata Jayusman sembari memberi bahasa nonverbal jempol.

Sebelumnya, simulasi jenazah diagnosa Covid-19 bermula di RSUD Datu Beru Takengon untuk pemulasaran atau proses kegiatan perawatan jenazah saat setelah pasien meninggal dunia di rumah sakit tersebut.

Kabargayo.com menerima kiriman artikel dari pembaca, kirim ke email: beritagayo@gmail.com dengan biodata diri.

Related posts