Sidang Pembahasan RKA.P, SKPK Dicecer  Pertanyaan dari Anggota Banggar 

REDELONG : Terkait beberapa anggaran penambahan yang masuk dalam Rencana Kegiatan Anggaran Perubahan ( RKA.P ) pada SKPK, Safri Kharuddin dan Tgk Usman Yacub lontarkan pertanyaan dan kritikan tajam  pada SKPK dalam Sidang pembahasan RKA.P 2016 Kamis ( 3/11 ) diruang sidang DPRK Bener Meriah. 

Adapun Dinas-dinas yang mendapatkan kritikan tajam dari anggota badan anggaran ( Banggar ) DPRK Bener Meriah, Dinas Pengelolaan keuangan, Dinas Bina Marga, dan Cipta Karya ( BMCK ), dan Dinas Kesehatan. 

Safri Kharuddin yang paling getol mengkritiki SKPK sepanjang sidang berlangsung, ia mempertanyaan  dan memberi kritikan pada SKPK yang mengajukan anggaran penambahan dalam RKA.P 2016.

Pada Dinas Kesehatan, Safri Kharuddin menemukan adanya alokasi anggaran untuk honor  Doktor Spesialis pada tiap Puskesmas yang besarannya bervariasi dari 4 Juta sampai 8 Juta.” Apakah memang ada Dokter Spesialis disetiap Puskesmas, kalau tidak ada kenapa honornya ada karena sebelum perubahan itu tidak ada, tapi dalam draf perubahan ini kok ada, bahkan honornya pun bervariasi nominalnya yang bersumber dari Dana Alokasi khusus ( DAK ) ” sebut Safri, seraya juga mempertanyakan dana Hibah yang telah disalurkan Dinas Pengelolaan keuangan. Ia juga mempertanyakan tentang penyertaan modal ke BUMD seperti PDAM. Begitu juga dengan RSUD Muyang Kute dan Dinas Penggairan tak luput dari cecaran pertanyaan dari Safri. 

Sementara itu Tgk Usman Yacub politisi Partai Damai Aceh ( PDA ) dan Rizal Vahlefi, politisi Partai Aceh ( PA ), dalam kesempatan tersebut  meminta penjelasan dari Kepala SKPK terkait penggunaan anggaran penambahan yang dituangkan dalam RKA.P 2016. 

Sidang yang dipimpin Guntarayadi Ketua DPRK Bener Meriah dan dihadiri Sekretaris Daerah Drs. Ismarissika. MM dan seluruh Kepala SKPK itu berlangsung sampai malam. 

Guntarayadi sempat menunjukan rasa kesal pada beberapa Kepala SKPK, lantaran penjelasan Kepala SKPK dan Seketarisnya tidak singkron misalnya seperti Dinas Penggairan dalam sidang KUA-PPAS P Sekertaris menyebutkan ada Rp 6 milyar anggaran sisa yang belum digunakan, namun pada saat sidang pembahasan RKA.P saat anggota badan anggaran mempertanyakan hal tersebut Kadis Pengairan menjawab tidak ada dana sisa. 

” Tidak ada dana sisa di Dinas Penggairan, mungkin Sekertaris saja yang salah memberikan informasi dan pada saat sidang paripurna KUA-PPAS.P saya tidak hadir karena sakit ” klarifikasi Kadis Penggairan. “Setiap ada sidang anggaran Kadis Penggairan sering tidak datang, dengan alasan sakit, Dinas luar dan sangat konyol mengirimkan Sekertaris yang dianggap salah menyampaikan informasi “Kata Guntarayadi seraya menekankan sidang anggaran bukanlah sidang main-mainan. 

 Ismarissika Sekda Bener Meria juga menekankan, ini menjadi catatan penting kedepan Kepala SKPK tidak boleh tidak hadir. ” Ini bukan hanya sekedar catatan, kedepan kalau masing terulang hal seperti ini Kepala SKPK harus diberikan sangsi “tandas Ismarissika. 

Meski sidang pembahasan RKA.P yang berlangsung dengan penuh kritikan, seluruh anggota Banggar akhirnya menyepakati dan menyetujui  untuk segera diparipurnakan.  ( Gona ). 

SHARE