Shabela Nilai PNS Aceh Tengah Kurang Kompak “Nos Tempeh Masing-Masing”

  • Whatsapp
Bupati Aceh Tengah Shabela Abubakar saat melantik pejabat Administrator (Photo/Kabargayo)

Kabargayo.com, Takengon: Bupati Aceh Tengah Shabela Abubakar sebut Pegawai Negeri Sipil  (PNS) Aceh Tengah kurang kompak dalam mengemban amanah sebagai abdi Negara di Kabupaten berhawa sejuk itu.

Hal itu ia katakan dalam suasana mutasi sebanyak 123 pejabat administrator dilingkungan Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah, Senin 07 Desember 2020 di Gedung Ummi Pendopo Bupati.

Read More

“Jangan biasakan mengkritik atasan, mempengaruhi yang lain dengan cara demo atasan akan terbuang, tidak, kami yang menilai,” kata Bupati Shabela memaparkan apa yang telah terjadi dikalangan PNS belakangan ini.

“Saya melihat kekompakan kita di Korpri, Pegawai Negeri di Aceh Tengah ini kurang kompak, masing-masing (nos tempeh-red Gayo), masing masing ada kelompok-kelompok,  saya sudah katakan, kita satu, Aceh Tengah, tidak ada uken-toa, tidak ada Aceh, Jawa, tidak ada semua ada disini, kadang-kadang ada pangkat atau Golongan IIIA, IIIB sudah mulai buat pengaruh,” kata Bupati Shabela dengan nada kesal.

Shabela meminta, PNS jika memiliki keluh kesah terhadap pimpinanya terlebih dahulu dibicarakan dengan yang bersangutan tidak gembar-gembor kesana kemari, apalagi dengan cara berdemo.

“Kemarin sempat terjadi demo besar-besaran, itu mendemo diri sendiri, tapi haknya kita berikan, silahkan demo, apa tuntutan saudara. Perlu diketahui, apakah ada kami memberhentikan tenaga kontrak, apakah ada kami mengurangi Honorer di Aceh Tengah ini, belum, malah sudah lebih banyak honorer daripada kontrak,” katanya.

Sejauh ini kata Shabela, pihaknta masih mempertahankan tenaga kontrak dan tenaga honorer, bahkan katanya tenaga kontrak dan honorer masoh ada yang mendapat gaji mendapat Rp200 ribu, Rp400 ribu, Rp800 ribu bahkan ada yang mendapat satu juta seratus.

“Tentu ada perbedaan, bahkan ada yang lima puluh ribu, diajarnya anak-anak mengaji meski itupun dibawa lari uangnya sama oknum bendahara, ini yang disampaikan kepada kontrak dan honorer yang ada didinas saudara,” katanya.

Sejauh ni kata dia, masih ada abdi Negara yang harus dilatih, menurutnya, pimpinan bukan untuk disanjung, melainkan dijaga, jika salah diingatkan, bukan salah terus ditendang.

“Di Aceh Tengah ini ada beberapa OPD ada yang tidak suka dengan Kepala dinasnya lalu membuat gerakan, silahkan demo yang sportif, sampaikan aspirasi kekami bukan mau menghancurkan Aceh Tengah ini,” tutup Shabela Abubakar.

Untuk diketahui, ratusan pejabat administrator yang dilantik itu, dua diantaranya adalah Camat Lut Tawar Hardi Selisih Mara dan Camat Ketol Iwan Sejahtera. (KG31)

Kabargayo.com menerima kiriman artikel dari pembaca, kirim ke email: beritagayo@gmail.com dengan biodata diri.

Related posts