Setelah Disegel, Hari Ini Kantor Reje Blang Kolak Satu Dibuka

penyerahan kembali stempelTAKENGON-Kantor Reje (kantor kepala desa) kampung Blang Kolak Satu, yang sebelumnya sempat disegel karena penolakan atas pemekaran atas inisiatif anggota DPRK Aceh Tengah, hari ini kembali dibuka dan kembali beraktivitas normal seperti biasa, Sabtu, (3/9/2016).

Reje Kampung Blang Kolak Satu, Ary Darma mengatakan dibukanya segel menandainya bahwa segala aktivitas Kantor Reje yang sebelumnya diserahkan ke Camat Bebesen dikembalikan ke kantor desa Blang Kolak Satu “Mulai hari ini segala aktivitas kembali normal sehingga semua keperluan masyarakat yang sebelumnya terhambat karena kantor disegel sudah bisa diurus”ujarnya.

Ary Dharma juga mengatakan stempel aparatur hari ini juga
dikembalikan, oleh Camat Bebesen kepada aparatur kampung Blang Kolak Satu” kita berharap segala permasalahan dapat diselesaikan dan tidak lagi menimbulkan permasalah, dengan diserahkan kembali stempel maka aparat desa telah kembali bekerja seperti biasa”ujarnya.

Ia kembali menambahkan dibukanya segel itu merupakan hasil dari kesepakatan dengan kampung Blang Kolak Asli sebagai desa pemekaran, dari hasil disepakatan itu disepakati , bahwa wilayah yang masuk ke Blang Kolak Asli yakni dusun Jaya, dan dusun Kurnia dengan batas-batas sebelah utara berbatasan dengan Kemili, sebelah barat dengan kampung Blang Kolak Satu, sebelah timur berbatasan dengan Lebe Kader dan selatan berbatasan dengan Terminal.

Sebelumnya, warga kampung Blang Kolak Satu menggelar protes di gedung DPRK Aceh Tengah terhadap Pemekaran desa mereka atas inisiatif anggota dewan, dan pengancaman yang dilakukan oleh oknum anggota DPRK Aceh Tengah terhadap Iman Kampung, merasa tidak ditanggapi warga segel kantor desa disusul aksi pengembalian stempel aparatur desa ke kantor Camat Bebesen.

Sementara itu terkait untuk adanya pengancaman terhadap iman Kampung Blang Kolak oleh satu anggota DPRK Aceh Tengah saat ini masih dalam proses, Reje Blangkolak mengatakan pihaknya akan menyakan kepada Dewan kehormatan “Hingga saat ini kami belum menerima permohonan maaf dari oknum anggota dewan tersebut”ujarnya. (Erwin Sp)

Komentar Anda
SHARE