Serahkan 1.356 Sertifikat di Bener Meriah, Sofyan Djalil: Penting Untuk Hindari Sengketa

REDELONG : Menteri Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional ( ATR/BPN ) Sofyan A. Djalil menyerahkan secara simbolis 1356 Sertifikat tanah kepada masyarakat Kabupaten Bener Meriah, yang di selenggarakan di Gedung Olah Raga dan Seni ( GORS ) Kabupaten Bener Meriah. Jum’at ( 12/4/2019 ).

Menurut Sofyan Djalil, Sertifikat tanah itu sangat penting karena selain untuk menghindari konflik atau sengketa juga dapat di ajukan untuk anggunan pinjaman modal pada Bank bagi masyarakat yang membutuhkan modal.

Lanjutnya, selama ini sering terjadi sengketa tanah antara masyarakat sehingga akibat persoalan itu penyelesainnya harus diselesaikan di pengadilan.

Dihadapan masyarakat yang hadir, Menteri ATR/BPN itu mengatakan, melihat banyaknya konflik atau sengketa lahan yang terjadi dikalangan masyarakat Pemerintah Pusat memerintahkan Menteri ATR/BPN untuk mempercepat menerbitkan sertifikat tanah.

Oleh sebab itu, tambah Sofyan Djalil, Pemerintah menerbitkan program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap ( PTSL ) yang menargetkan untuk tahun 2019 dapat menerbitkan 10 sampai 11 juta sertifikat.

Ia juga merincikan, melalui program PTSL pada tahun 2017 BPN RI telah menerbitkan 5, 7 juta sertifikat, tahun 2018 menerbitkan 7,9 juta dan tahun 2019 ditargetkan 10 sampai 11 juta. Diharapakan katanya kedepannya mengharapkan seluruh tanah masyarakat sudah memiliki sertifikat.

Sebelumnya, Pelaksana tugas ( Plt ) Bupati Bener Meriah Tgk H. Sarkawi dalam sambutanya menyampaikan, mewakili masyarakat Bener Meriah kami mengucapkan terimakasi/BPN kepada Pemerintah pusat terutama Menteri ATR/BPN yang telah memberikan 1500 sertifikat gratis pada masyarakat.

Menurut Abuya Sarkawi, jikalau penerbitan sertifikat itu di bebankan kepada pemerintah daerah tidak akan sanggup. Karena selain prosesnya yang panjang juga mahalnya biaya yang harus dikeluarkan.

” Selain prosesnya panjang, biaya untuk satu porsil sertifikat saja menelan biaya 5 juta dan apa bila dikalikan dengan keseluruhan sertifikat yang diterima secara gratis berapa miliar yang harus dikeluarkan “, papar Abuya.

Plt Bupati Bener Meriah itu juga menuturkan, kalau tahun 2018 Bener Meriah hanya mendapat 1500 sertifikat Alhamdulillah tahun ini Bener Meriah mendapat 5500 ( Lima ribu lima ratus ) sertifikat. Jelas Abuya Sarkawi.

Sementara saat di konfirmasi, Kepala Badan Pertanahan ( BPN ) Bener Meriah  Arinaldi.S. Si.T, SH. MM dan menegaskan, dalam penerbitan sertifikat tanah melalui program PTSL, Biaya sertifikat gratis
Sedangkan biaya persiapan pembuatan sertifikat sesuai dengan Perbub No 4 tahum 2019 adalah 250.000, biaya ini bukan utk biaya pengukuran,  akan tetapi utk materai, fotokopy surat dan dokumen, pembuatan dan pemasangan patok serta pedamping desa.

Arinaldi menegaskan, apabila dilapangan ada pungutan biaya lebih dari 250 ribu itu menjadi tanggung jawab pihak Kampung. Karena aparat kampung juga turut mendampingi petugas BPN saat melakukan pengukuran tanah masyarakat di Desa masing-masing.

Kepada media ini, Kepala BPN Bener Meriah itu menyebutkan adapun penyerahan sertifikat tanah pada masyarakat Bener Meriah pada hari ini, itu adalah sisa sertifikat yang belum serehakan kepada pemilik karena pada waktu itu ada wacana bahwa sertifikat tersebut diserahkan langsung oleh Presiden.

Adapun rincian sertifikat tersebut, kata Arinaldi sertifikat tanah sosial 1 porsil untuk kantor Polsek Mesidah, sertifikat tanah wakaf 20 porsil dan PTSL 1335 dan jumlah seluruhnya sebanyak 1356. Terangnya. ( Gona)

Harap berkomentar dengan sopan dan tidak menyinggung SARA, Kami tidak bertanggung jawab dengan komentar anda!