Sepanjang 2021, PT. THL Gelontorkan CSR Rp 525 Juta, Ini Rinciannya!

Jembatan yang dibangun dari CSR PT. THL di tahun 2021 (Foto: Kabargayo)

Kabargayo.com, Takengon: PT Tusam Hutani Lestari (PT. THL) Salurkan Corporate Social Responsibility (CSR) sejak bulan Januari sampai dengan November 2021 sebesar Rp 525.000.000. CSR merupakan tanggung jawab sosial perusahaan kepada pemangku kepentingan dan masyarakat sebagai bentuk perhatian dalam peningkatkan kesejahteraan serta berdampak positif bagi lingkungan.

Penanggung jawab Seksi CSR PT. THL, Andang Adi kepada media ini menyebutkan,  beberapa contoh kegiatan CSR PT. THL yang telah dilaksanakan secara teragenda adalah rehabilitasi Jalan Simpang Kute Kering – Perumpakan di Kabupaten Bener Meriah yang menghabiskan dana sekitar Rp 230.000.000. Selain itu, dana sekitar Rp 221.000.000 juga telah digelontorkan untuk kegiatan rehabilitasi jembatan Kala Ili dan Rp 23.000.000 untuk rehabilitasi jembatan Linge di Kabupaten Aceh Tengah.

Read More

Ia juga menyebutkan Perusahaan tempat ia bekerja itu juga menyiapkan
Dana CSR untuk bantuan yang bersifat insidentil seperti yang telah diberikan kepada para korban banjir luapan sungai Wih Nangka di Isaq Kecamatan Linge, Kabupaten Aceh Tengah dan berbagai permohonan bantuan yang dalam bentuk proposal masyarakat.

Proses pembangunan jembatan yang dibangun dari dana CSR PT.THL (Foto: Kabargayo)

Andang menyebutkan bahwa sebagian besar proposal yang masuk ke perusahaan adalah permohonan untuk mendukung kegiatan kepemudaan desa dan permohonan untuk renovasi dan pembangunan masjid.

“Biasanya, untuk renovasi masjid, kami bantu dalam bentuk bahan bangunan, kayu, maupun peralatan penunjang lain seperti pengeras suara.” ujarnya.

Terkait proposal tersebut, Andang menyatakan bahwa perusahaan tidak pernah merasa keberatan dengan proposal bantuan semacam itu asalkan tujuannya jelas demi kemajuan dan bermanfaat bagi desa-desa di sekitar areal kerjanya.

Selain dalam bentuk uang, jelas Andang kegiatan CSR PT. THL juga dilakukan dalam bentuk kesempatan kerja bagi masyarakat lokal.

“Tidak hanya kesempatan kerja, PT. THL juga membuka peluang usaha dalam bentuk kemitraan dan swakelola bagi masyarakat lokal yang tertarik untuk menanam tanaman tumpang sari, tanaman kehidupan, maupun pemanfaatan hasil tanaman industri di areal kerja perusahaan.” kata Andang.

Namun, dia menegaskan bahwa semua itu tetap harus dilaksanakan melalui proses perizinan dan perjanjian kerjasama yang jelas.

Ditegaskannya, perusahaan tidak akan mentolerir aksi pembalakan liar dan pencurian getah pinus Mercusii serta tindakan merugikan lain yang dilakukan di wilayah kerja perusahaan meski dilakukan oleh masyarakat setempat.

Andang menjelaskan bahwa, bagaimanapun juga, perusahaan memiliki tanggungjawab untuk menjaga kelestarian dan keselamatan hutan di seluruh areal konsesinya.

PT. THL merupakan perusahaan yang bergerak di bidang Hutan Tanaman Industri dengan wilayah kerja di empat kabupaten, yaitu Kabupaten Aceh Tengah, Kabupaten Bener Meriah, Kabupaten Bireuen, dan Kabupaten Aceh Utara.

PT. THL menurut Andang, tengah berfokus pada kegiatan usaha produksi kayu di Kabupaten Bener Meriah dan produksi getah pinus mercusii di Kabupaten Aceh Tengah dan Bener Meriah. Sementara untuk kegiatan kerja di dua kabupaten lainnya masih dalam proses perencanaan sembari membaca situasi di masa depan.

Andang mengungkapkan bahwa hasil produksi kayu dan getah pinus mercusiinya diharapkan tidak hanya memberi keuntungan bagi perusahaan tetapi juga bermanfaat bagi masyarakat di sekitar wilayah kerjanya.

“Sebagai wujud kontribusi dan tanggungjawab perusahaan kepada masyarakat, PT. THL menyiapkan dana khusus untuk kegiatan CSR yang akan dimanfaatkan dalam berbagai kegiatan sosial baik yang sifatnya diagendakan maupun yang sifatnya insidentil”papar Andang.(KG78)

Related posts