Sepanjang 2019 Polres Bener Meriah Terima dua Pucuk Senjata Api Sisa Konflik dari Masyarakat

  • Whatsapp

REDELONG: Sepanjang 2019, jajaran Polres Bener Meriah berhasil amankan dua pucuk senjata api beserta sejumlah amunisi dan satu bahan peledak sisa konflik. Hal tersebut diungkapkan oleh Kapolres Bener Meriah, AKBP Siswoyo Adi Wijaya SIK, dalam Press Release penanganan kasus-kasus sepanjang tahun 2019, bersama insan pers. Kegiatan ini berlangsung di Mapolres setempat, Kamis (26/12/2019).

Senjata api yang diamankan tersebut adalah satu pucuk AK 56, yang diserahkan oleh masyarakat pada bulan Juli dan satu pucuk senjata rakitan juga sebuah granat manggis di bulan Agustus tahun ini.

Read More

Senjata api yang merupakan sisa saat Aceh bergejolak konflik itu diserahkan oleh masyarakat secara suka rela. Sebelumnya jajaran Kepolisian telah menghimbau kepada masyarakat, bagi yang memiliki dan menyimpan senjata api untuk menyerahkan kepada kepolisian dan dijamin tidak akan di proses.

“Senjata api yang diamankan berasal disekitar kawasan Syiah Utama, setelah kita mendapatkan informasi, jajaran polres Bener Meriah kemudian melakukan upaya penggalangan dan selanjutnya masyakat atas kesadaran sendiri kemudian melakukan penyerahan senjata api tersebut”ungkap Kapolres.

Dalam kesempatan itu Kapolres Bener Meriah mengucapkan terima kasih sedalam-dalamnya kepada masyarakat yang bersedia menyerahkan senjata api dengan suka rela, demi mengdukung suasana kamtibmas yang kondusif.

“Kepada masyarakat Bener Meriah lainnya yang masih menyimpan atau memiliki senjata api pasca konflik dahulu agar bersedia untuk menyerahkannya kepada kepolisian. Kami akan menjamin tidak akan kami proses secara hukum”demikian jelas AKBP Siswoyo. (Arsadi)

Kabargayo.com menerima kiriman artikel dari pembaca, kirim ke email: beritagayo@gmail.com dengan biodata diri.

Related posts