Sengketa Tapal Batas, Kapolres Bener Meriah Minta  Hindari Bahasa yang Memicu Konflik

REDELONG: Terkait sengketa tapal batas Kabupaten Bener Meriah dan Aceh Utara, Kapolrse Bener Meriah AKBP. Fahmi Irwan Ramli, SH, S.I.K, M.Si menghimbau agar kedua belah pihak tidak melakukan aktivitas di area sengketa, “Saya mengharapkan kedua belah pihak dapat menerima permintaan kami ini. Siapapun yang memanfaatkan momentum ini untuk kepentingan kelompoknya, kalau cukup bukti akan saya proses,”terang Kapolres Bener Meriah itu.

Hal tersebut ia ungkapkan ketika bertemu dengan masyarakat Rikit Musara saat mendampingi Bupati Bener  Meriah terkait upaya penyelesaian sengketa perbatasan guna melakukan musyawarah untuk mencari solusi terbaik penyelesaian sengketa antara kelompok tani Pantan Antara Kecamatan Permata, Bener Meriah dengan kelompok tani Peu Saboh Hate Rakan, Kecamatan Sawang, Kabupaten Aceh Utara.

Fahmi menambahkan bahwa dirinya sudah melakukan komunikasi dengan Kapolres Lhokseumawe, karena Aceh Utara masih dalam wilayah hukum Polres Lhoksuemawe” Saya sudah minta tolong kepada Kapolres Lhokseumawe, kalau TKPnya di wilayah hukum Polres Lhokseumawe tolong segera diproses, demikian juga kalau di wilayah hukum Bener Meriah saya yang akan proses,”terang Kapolres.

Harap Fahmi kembali, kedua belah pihak untuk tidak melakukan kegiatan selama satu bulan, sesuai permintaan Bupati Bener Meriah. Selain itu Kapolres Bener Meriah mengharapkan agar kedua belah pihak tidak mengeluarkan bahasa-bahasa yang dapat memicu konflik, “Sehingga kedepan masalah yang sudah berlarut-larut ini dapat terselesaikan dibawah kepemimpinan bapak Bupati Ahmadi.”  terangnya.

Kapolres Bener Meriah juga  menghimbau agar masyarakat tidak melakukan pembakaran ketika membuka lahan baru, karena hal tersebut berdampak buruk bagi lingkungan dan masyarakat sendiri, dan pembakaran hutan serta lahan ini bisa dipidanakan.(REL)

Komentar Anda
SHARE