Sengketa Tanah, Tujuh Pengacara Mencari Keadilan Bagi Ilyas dalam Konsinyasi

0

Oloan Tua Partempuran, SH, Kuasa Hukum Penggugat

Sengketa Tanah seluas 7 hektar di Silih Nara Barat, Ilyas selaku Penggugat, berharap agar pihak Tergugat dapat menahan diri selama proses hukum masih berjalan. Proses perkara  ini telah di limpahkan ke PN Takengon.

TAKENGON: Dalam proses hukum yang sedang berlanjut, Ilyas warga desa Kelaping kecamatan Pegasing Kabupaten Aceh Tengah selaku penggugat, merasa keberatan dengan adanya aktifitas yang dilakukan oleh pihak tergugat di atas tanah yang ia klaim sebagai miliknya. Kegiatan diduga berupa pengukuran di atas tanah berperkara yang melibatkan PLN Kabupaten Aceh Tengah, juga oleh pihak tergugat Jufri Darwis,SH. bersama rekan-rekan tergugat yang berlangsung saat sidang perkara di gelar, membuat Ilyas gerah sehingga kuasa hukumnya angkat bicara.

Oloan Tua Partempuran,SH. selaku kuasa hukum yang menangani kasus kliennya bernama Ilyas (Penggugat), mengatakan kepada media bahwa peristiwa yang terjadi Kamis 16/3/2017, yang ditenggarai dilakukan oleh pihak Tergugat juga pihak PLN (Perusahaan Listrik Negara) di Kabupaten Aceh Tengah, pada tanah yang sedang dalam proses hukum, menurutnya sangat tidak menghargai proses hukum yang sedang berjalan.

Oloan mengatakan saat sidang perkara sedang digelar pada tanggal tersebut di pengadilan dengan daftar nomor 11/PDT.6/2016/PN,TKN, tanggal 29-Agustus-2016, pihak PLN diduga berniat melakukan pengukuran di atas lahan sengketa.

“Saat kita mendengar kabar bahwa diduga akan ada disana aktifitas pengukuran, kami selaku kuasa hukum pak Ilyas berbagi tugas, dua orang ke lahan sengketa dan satu orang menunggu jalannya sidang, begitu kita tiba di lokasi ternyata disana sudah ada pihak PLN dan Kapolsek Silih Nara beserta jajaranya, pihak Danramil beserta anggota, juga ada pihak PP (Pihak Perumahan) dari PLN Aceh Tengah yang berada di lokasi tanah sengketa Desa Arul Kumer Barat tersebut”. Kemudian menurut Oloan saat itu datang Ramli mewakili pihak PLN, mengatakan bahwa hari ini mereka akan melakukan pengukuran tanah.

Oloan meminta kepada Ramli agar pengukuran jangan dilakukan karena proses hukum masih berjalan. Oloan juga menyampaikan kepada Ramli, “Apabila putusan sidang sudah keluar di Pengadilan, diputuskan pihak PLN selaku pemiliknya silahkan bapak ambil, tetapi apabila klien saya sebagai pemilik sah maka pihak PLN harus membayar”. Demikian yang di sampaikan Oloan kepada Ramli. Namun Ramli saat itu menyanggah bahwa “tanah tersebut milik PLN, sudah di beli dari Jufri Darwis ( dan kawan-kawanya selaku tergugat) “. Oloan yang mendengar keterangan tersebut mengatakan bahwa dirinya tidak akan campur tangan, apabila masih dilakukan pengukuran terhadap tanah tersebut.
Oloan saat itu juga menghubungi pihak Panitera Pengadilan melalui telepon, melaporkan dan meminta pihak Panitera Pengadilan mensekors sidang, permintaan Oloan yang disambut keputusan oleh Wakil Ketua PN Takengon sebagai Hakim yang memimpin sidang, meminta “Agar aktifitas dihentikan dan menghormati proses hukum berjalan, jadi jangan merubah bentuk”, demikian yang di perintahkan oleh Hakim menurut keterangan Oloan. Maka atas dasar tersebut Kapolsek dan Danramil Silih Nara, Memerintahkan pihak PLN dan tergugat untuk pulang, sehingga batal upaya pengukuran tanah di lakukan tergugat.

Oloan SH. kepada Ramli menyampaikan, apabila memang masih mau melakukan pengukuran, agar kiranya melakukan Konsinyasi untuk jaminan apabila kasus tersebut di menangkan Ilyas.

Oloan kepada media menyampaikan apresiasi terhadap pihak kemanan Polsek Silih Nara yang dipimpin oleh Chandra B sebagai Kapolsek, serta Zakaria selaku Danramil Silih Nara, karena telah menjadi penengah dalam kejadian tersebut, Oloan juga mengatakan bahwa dalam proses hukum ini dirinya melibatkan tujuh orang Kuasa Hukum yang mendampingi Ilyas selaku penggugat dan akan melanjutkan ke tingkat Pusat untuk keadilan bagi Ilyas apabila gagal di Takengon.

Sementara itu,  Ilyas yang didampingi oleh istrinya Mujiati, berharap akan adanya keadilan dalam proses hukum yang sedang berjalan, sehingga mereka tidak di rugikan sepihak. Demikian pernyataan Ilyas kepada wartawan dengan mata berkaca-kaca. (ErwinSp)

Komentar Anda
SHARE