Sengketa Lahan Bandara Rembele, Tagore AB Kecewa Berkas Kasasi Tidak Terbaca di MA

REDELONG: Terkait sengketa ganti rugi lahan masyarakat untuk pembangunan perluasan Bandara udara Rembele di Kabupaten Bener Meriah, yang kini telah masuk ke pengadilan, Ir Tagore AB salah seorang pemilik lahan yang ketika melakukan komfirmasi terhadap Kasasi yang pihaknya ajukan ke Mahkamah Agung (MA) mengaku kecewa dengan pelayanan pihak Pengadilan Negeri Simpang Tiga Redelong. Selasa (27/3/2018).

“Kedatangan kami ke Pengadilan Simpang Tiga Redelong untuk melakukan konfirmasi terkait Kasasi ke MA, namun anehnya berkas Kasasi tersebut tidak bisa terbaca oleh MA, ini kan aneh”sebut Tagore.

Berdasarkan dokumen surat dari MA yang diperoleh Kabargayo, bernomor 376/Dju.4/HK.02/III/18/390KP/2018, tertanggal 12 Maret 2018 dengan perihal kelengkapan berkas perkara Kasasi no 21/Pdt.P/2017/PN.Str kepada Ketua Pengadilan Negeri Simpang Tiga, disebutkan bahwa surat yang dikirim ke MA tanggal 12 Januari 2018, No W1-U19/60/HK.02/1/2018 berkasnya masih terdapat kekurangan karena Soft copy Akta Permohonan Kasasi, Tanda Terima Memori Kasasi dan Putusan Pengadilan Negeri No. 21/Pdt.P/2017/PN.Str pada CD yang terlampir dalam berkas yang dikirim tidak bisa dibuka dan dibaca.

MA dalam surat tadi meminta kepada Pengadilan Negeri Simpang Tiga Redelong untuk mengirim kembali berkas-berkas tersebut dan meminta untuk pengiriman soft copy berkas agar berpedoman pada Surat Keputusan Panitera Mahkamah Agung pada tanggal 3 Juni 2014 No. 821/PAN/OT.01.3/VI/2014 tentang Petunjuk Pelaksanaan Pengelolaan dan Pengiriman Dokumen Elektronik sebagai perlengkapan permohonan Kasasi dan peninjauan kembali.

“Kami menilai pelayanan Pengadilan Negeri Simpang Tiga Redelong tidak baik, kami kecewa dengan hal ini” ungkap Tagore.

Tagore yang datang bersama kuasa hukumnya, Hamidah SH sempat bersitegang dengan M Ilyas, selaku Panitera Pengadilan Negeri Simpang Tiga Redelong terkait surat tersebut. Situasi sempat memanas dan keduanya saling tunjuk.

“Saya menilai telah terjadi pelanggaran peraturan yang ada, yang menyebutkan sebelum selesai ganti rugi tidak boleh dilakukan pembangunan dan ketika kita ajukan Kasasi ke MA, malah surat yang diajukan yang berisi Memori Kasasi tidak bisa dibaca, ini menunjukan Pengadilan Negeri Simpang Tiga Redelong tidak bekerja dengan baik,” kata Tagore geram.

Sementara itu, Panitera Pengadilan Negeri Bener Meriah, M Ilyas SH, saat dikomfirmasi wartawan mengatakan surat yang dimaksud tersebut tidak berhasil “dibakar” di komputer karena komputer yang ada di Pengadilan Negeri Simpang Tiga Redelong tidak mendukung aplikasi untuk “membakar” CD.

” Untuk hal tersebut, Pengadilan Negeri Bener Meriah akan mengirimkan kembali Soft Copy hari ini (Selasa, 27/3/2018)” jelas M Ilyas.

Terkait sengketa ini, Pihak Tagore menuding departemen Perhubungan, sudah melanggar peraturan Presiden nomor 71 tahun 2012 beserta turunannya karena pihak pengurus lapangan terbang Bandara Rembele sudah menguasai lahan miliknya, dikawasan itu selama tiga tahun, padahal ganti rugi lahan belum selesai dilakukan.” Setelah semua ini terjadi pihak Panitera pengadilan menawarkan kepada kita pembayaran tiga tahun yang lalu, namun kita tidak terima dan kita selanjutnya melakukan Kasasi ke MA”papar Tagore yang juga Anggota DPR RI dari Partai PDI P itu. (Wien Pengembara)

.

Harap berkomentar dengan sopan dan tidak menyinggung SARA, Kami tidak bertanggung jawab dengan komentar anda!