Seminar Sejarah dan Budaya Gayo Digelar di Bener Meriah

REDELONG : Bupati Bener Meriah Ahmadi, SE membuka secara resmi seminar sehari terkait sejarah dan budaya Gayo yang diselenggarakan oleh Mahasiswa Peduli Sejarah Gayo (MAPESGA) di Aula Setdakab setempat. Kamis, (25/12018).

Seminar sejarah dan budaya Gayo yang bertema Osop Berperah Taring Berai Si Ipejamuri di ikuti oleh ratusan pelajar dari tingkat Sekolah Menengah Pertama, Sekolah Tingkat Atas, dan Mahasiswa/Mahasiswi dari Kabupaten Aceh Tengah, Bener Meriah, Banda Aceh, Medan.

Bupati Bener Meriah dalam sambutannya menyampaikan, apresiasi atas pelaksanaan seminar sejarah dan budaya Gayo. “Atas nama pemerintah daerah saya mengapresiasi atas kegiatan ini.”kata Ahmadi.

Dalam kesempatan itu, bupati menyampaikan, secara ilmiah banyak sejarah Gayo yang belum dapat dibuktikan. Ahmadi mencontohkan seperti sejarah kerajaan Linge, tidak ada satu bukupun, tidak ada satu profesorpun yang berani membuktikan bahwa makam Muyang Linge yang ada di Negeri Linge itu Reje Linge ke berapa. “Banyak buku tentang sejarah Linge, tapi, ceritanya sejarahnya tidak pernah tuntas dikupas.”ungkap Ahmadi.

Dia menambahkan, dengan melihat hal itu, perlu generasi muda Gayo mendapat dukungan untuk menggali sejarah Gayo lebih dalam lagi, “semua ini perlu dukungan dari semua pihak”pinta bupati termuda se Aceh itu.

Terkait bahasa Gayo, bupati menerangkan, hari ini banyak generasi muda Gayo yang tidak fasih berbahasa Gayo, lantaran dalam keluarga serta lingkungan banyak masyarakat Gayo menggunakan bahasa Indonesia. “ Kalau tidak digunakan dalam kehidupan sehari-hari di khawatirkan bahasa Gayo juga dapat terkikis ditelan masa, maka dari itu saya berharap agar generasi muda dapat terus menggunakan bahasa Gayo dalam kehidupan sehari-hari.”pinta Ahmadi.

Bupati juga berjanji, untuk menghindari terjadinya pengikisan serta pemahaman terkait sejarah dan bahasa serta adat Gayo, pemerintah Bener Meriah akan memasukan hal tersebut dalam kurikulum pendidikan, “ kita atas nama pemerintah daerah komit akan mendukung kegiatan-kegiatan seperti ini, bahkan, nanti jika perlu kita masukan dalam kurikulum pelajaran ditingkat SD, SMP, SMA, agar generasi-generasi penerus tidak lupa sejarah, bahasa, dan adat istiadat Gayo.”kata bupati Bener Meriah.

Sebelumnya Ketua Panitia Seminar Sejarah dan Budaya Gayo dari MAPESGA Ramayandi dalam laporannya menyebutkan, maksud dan tujuan seminar yang diselenggarakan saat itu adalah, kepedulian Mapesga akan sejarah dan budaya Gayo yang merupakan identitas orang Gayo.

“Hasil dari seminar ini Mapesga akan bekerjasama dengan dinas-dinas dan Pemkab Bener Meriah, supaya sejarah dan budaya gayo dapat dimasukan dalam kurikulum pendidikan di SMP dan SMA.”harapnya.

Pantaun di Aula Setdakab Bener Meriah, acara seminar sehari terkait sejarah dan budaya Gayo itu diisi oleh sejumlah pemateri, diantaranya, Bupati Bener Meriah Ahmadi, SE, dan Dr. Joni, M.Pd, B.I, serta Dr. Johansyah, M.A.(REL)

Harap berkomentar dengan sopan dan tidak menyinggung SARA, Kami tidak bertanggung jawab dengan komentar anda!