SEMA IAIN Takengon Gelar FGD “Pendidikan Ditengah Pandemi”

  • Whatsapp
SEMA IAIN Takengon saat menyerahkan sertifikat FGD Daring kepada perwakilan Kemenag Aceh Tengah (Photo/Ist)

Kabargayo.com, Takengon: Senat Mahasiswa (SEM) IAIN Takengon selenggarakan kegiatan Focus Group Discussion (FGD) dengan tema “Pendidikan di Tengah Pandemi: Anugerah atau Petaka?” melalui Platform Pertemuan Daring Google Meet pada Kamis, 26 Agustus 2021.

Kegiatan FGD yang diselenggarakan pengurus Senat Mahasiswa salah satu kampus kenamaan di Aceh Tengah tersebut dibuka secara langsung oleh Rektor IAIN Takengon, Dr. Zulkarnain, M.Ag sekaligus bertindak sebagai Keynote Speaker.

Read More

FGD kali ini diselenggarakan atas dasar keprihatinan Pengurus Senat Mahasiswa IAIN Takengon 2021 terhadap menurunnya capaian pembelajaran pelajar Indonesia, khususnya Aceh Tengah selama metode Pembelajaran Jarak Jauh dilakukan pada masa pandemi.

“Tidak bisa dipungkiri, bahwa pembelajaran jarak jauh yang telah berlangsung membawa dampak negatif pada moral para pengurus negeri, di sisi lain memutus mata rantai penyebaran covid-19 merupakan salah satu pengamalan Maqashidus Syari’ah dan wajib dilakukan. Hal ini ibarat dua mata pisau, dan dirasa adalah tugas kita bersama untuk mencari titik temu mengenai metode pembelajaran yang paling efektif di masa pandemi covid-19 ini” Ungkap Ketua Senat Mahasiswa (SEMA) IAIN Takengon 2021, Sdri. Aida Munawarah.

Kegiatan tersebut menghadirkan 3 orang pembicara, yakni Bapak dr. Yunasri, M.Kes (Juru Bicara Satgas Covid-19 Kabupaten Aceh Tengah), Bapak Irhamna, S.Pd.I (KASI Pendidikan Madrasah Kementerian Agama Kabupaten Aceh Tengah), Bapak Tengku Amry Jalaluddin (Ketua MPU Kabupaten Aceh Tengah).

Ketiga pembicara tersebut memaparkan tema perbincangan yang berbeda, sesuai dengan ranah yang dijalani masing-masing.

Pada sesi pertama, Bapak dr. Yunasri, M.Kes. memaparkan tema “Penanganan dan Perkembangan Kasus Covid-19 di Aceh Tengah”. Pada sesi kedua, Bapak Irhamna, S.Pd.I memaparkan tema “Upaya dan Kebijakan Kementerian Agama dalam Menangani Problematika Pendidikan di Era Pandemi”.

Sedangkan pada sesi ketiga, Bapak Tengku Amry Jalaluddin memaparkan tema “Pandangan Ulama Terhadap Metode Pembelajaran dalam Kondisi Covid-19”.

Focus Group Discussion ini berjalan dengan khidmat dan diikuti oleh sekitar 80 partisipan dan dihadiri oleh kalangan Civitas Academika IAIN Takengon, mahasiswa, guru, dosen, dan masyarakat Aceh Tengah.

Dalam kesempatannya, Rektor IAIN Takengon menyampaikan apresiasi kepada segenap pengurus Senat Mahasiswa yang telah menginisiasi kegiatan ini serta memberikan pesan bahwa Covid-19 adalah musibah yang ada sisi berkahnya, “Pemahaman kita akan Covid-19 itu, bergantung dari sisi mana kita memandang Covid-19 itu sendiri.

Jika kita memandang Covid-19 dalam perspektif musibah, maka kita akan menganggap Covid-19 itu adalah musibah. Dalam konteks ini musibah harus dimaknai sebagai alat ukur yang dipersembahkan Allah kepada seluruh manusia di dunia, tolak ukur bagaimana kapabilitas manusia dalam memaknainya, mengelolanya, dan melindungi diri dari wabah ini.”

Beliau juga menyampaikan bahwa Pandemi Covid-19 juga berefek pada dunia pendidikan, namun sebagaimana yang telah disampaikan olehnya bahwa musibah ini haruslah disiasati oleh sebagai tolak ukur dalam memaknai, mengelola, dan melindungi diri sehingga kehidupan manusia tetap dapat dijalani. (KG31)

Related posts