Sekretaris BPKD: Gaji Staf Rumah Sakit Muyang Kute Sudah Ditransfer

0
Armansyah SE

REDELONG : Diduga akibat gaji yang belum dibayarkan Tim medis RSUD Muyang Kute lakukan mogok kerja, akibatnya pasien yang dirawat harus dituangkan dan dipindahkan.

Aksi mogok kerja tim medis Rumah Sakit Umum daerah (RSUD)  Muyang Kute Bener Meriah, banyak menimbulkan kecaman dari berbagai elemen yang menilai dokter yang melakukan mogok kerja tersebut telah melanggar sumpah dan kode etik mereka sebagai dokter.

Saat dikonfirmasi masi beberapa awak media Sekretaris Badan Pengelola Keuangan Daerah ( BPKD) Bener Meriah Armansyah, SE menyampaikan, gaji honorer RSUD Muyang Kute sudah kita transfer pada rekening rumah sakit, makin hari ini sudah bisa dicairkan untuk bulan Oktober sampai Desember 2016. Sementara untuk bulan Januari dan Pebruari itu menunggu SK Bupati.

Terkait BPJS untuk bulan Oktober sudah selesai, sementara untuk bulan November uangnya sudah ditransper kerengkening RSUD pada tanggal 2 Maret 2017. Dalam mekanisme pihak RSUD harus mentransper uang tersebut ke Kas daerah. Sementara untuk bulan Desember itu baru masuk pengkliman baru masuk pada minggu ini, sementara BPJS bulan Januari hingga Pebruari baru bisa diterima kalau sudah menyelesaikan bulan-bulan sebelumnya. Kata Armansyah.

Uang BPJS  mencapai Rp 38 milyar itu yang peruntukannya untuk personil dan obat, terkait dengan permasalahan tidak dibayarkan gaji dan tidak tersedianya obat pihak rumah sakit terlambat mengajukan saat kami konfirmasi pada pihak BPJS Lhokseumawe, sementara pihak rumah sakit menyampaikan bahwa pihak BPJS terlalu lama melakukan verifikasi. Terang Sekretaris BPKD.

” Kita tidak mau mempersoalkan siapa yang salah, tapi yang terpenting solusinya agar itu tidak terjadi lagi itu yang saya rasa paling penting “ujarnya.

Lebih lanjut dia menyampaikan,  kalau permasalahan menyangkut dengan keterbatasan petugas untuk melakukan proses verifikasi BPJS yang kurang” Hal tersebut bisa dilakukan dengan minta penambahan personil tambahan melalui surat Bupati dan kalau bisa setiap kecamatan ditangani satu orang petugas BPJS agar verifikasi BPJS tidak molor” Sebut Armansyah.

Menanggapi terkait aksi mogok kerja yang dilakukan dokter di RSUD Muyang Kute pada tanggal 3 Maret yang lalu, itu seharusnya tidak dilakukan oleh para tim medis kalau alasan keterlambatan BPJS atau gaji. “Karena mereka itu digaji cukup besar kok, jangan hanya  karena cuma 2 bulan saja mereka melakukan tindakan seperti itu itu saya rasa itu tidak pantas” Sesal Armansyah. ( Gona)

Komentar Anda
SHARE