Sekertaris Kemenag: Menikah di KUA gratis, Jika Diminta Uang Laporkan!

TAKENGON:Meski pemerintah telah menetapkan menikah di kantor KUA gratis dan tidak dipungut biaya namun masih ditemui ada masyarakat yang harus membayar ketika menikah di KUA. Seperti yang terjadi di Bener Meriah.
Salah satu sumber Kabargayo mengatakan bahwa saat seorang keluarganya ingin menikah di KUA di jam kerja mesti membayar Rp 600.000. Sementara itu sumber Kabargayo lainnya menyebutkan saat adiknya menikah di luar jam kerja dan tidak di kantor KUA yakni dirumah, ia diminta untuk mengeluarkan biaya sejumlah Rp. 1.500.000′-

Sementara itu, Sekretaris Kemenag Kabupaten Bener Meriah, Drs.H. Sahirman saat di kompirmasi menegaskan bahwa sesuai dengan aturan pihak KUA tidak dibenarkan memungut biaya dari pasangan yang menikah di kantor KUA pada saat jam kerja, kecuali menikah diluar jam kerja.Kamis (30/11).

“Jika nikah dikantor ” jam kerja” tidak dikenakan biaya apapun alias nol rupiah. Tapi jika nikah diluar kantor KUA, maka besarnya biaya yang harus dikeluarkan sebesar Rp.600.000,- itupun nantinya akan disetor langsung ke rekening PNBP ( Penerimaan Negara Bukan Pajak” ujarnya.

Sahirman yang mantan kepala KUA ini menambahkan jika menikah di luar jam kerja atau menikah di rumah pihak wali calon mempelai sebenarnya bisa menyetorkan melalui bank.”Tapi masalahnya saat ini sebagian masyarakat enggan untuk berurusan dan langsung menyerahkan persoalan tersebut kepada pihak KUA, maka biasanya pihak KUA yang menyetorkan uang tersebut ke rekening PNBP” sebutnya.

“Bila akad Nikah atau ijab kabul dilangsungkan di Kantor KUA dan dalam waktu jam kerja, ada yang meminta biaya silakan laporan ke kantor Kemenag, agar kita tindak tegas”jelasnya lagi.

Sahirman juga menjelaskan pihak Kemenag Bener Meriahkan telah berulangkali mengingatkan kepada pihak KUA dan aparat kampung terutama kepada imam kampung untuk tidak meminta biaya kepada calon mempelai yang hendak menikah.

Sahirman menghimbau kepada para wali, hendaknya selalu menemani calon pengantin dalam hal melengkapi ketentuan yang menjadi kelengkapan persyaratan untuk menjadi pengantin. Seperti catin dan lain sebagainya. Hal ini penting, agar apa yang menjadi tanggung jawab sebagai wali dapat terpenuhi. Sehingga tidak ada kekeliruan dalam segala peroses, baik secara administrasi, maupun rasa tanggung jawab. Ujarnya.(Win Godank)

Komentar Anda
SHARE