Sejumlah Desa Keluhkan Sampah Kiriman di  Kecamatan Wih Pesam

REDELONG: Akibat dari pembuangan sampah sembarangan, sejumlah masyarakat di beberapa kampung di kecamatan Wih Pesam, keluhkan sampah kiriman yang berasal dari Simpang Balik yang kerap membuat parit tertutup dan mengakibatkan air meluap ke rumah warga.

“Banjir air parit kiriman ini sudah terjadi lebih dari 5 tahun terakhir dan setiap musim penghujan air meluap hingga masuk ke perumahan warga, tak jarang jika hujan datang mlam hari warga setempat harus bangun untuk mengatasi luapan air parit agar tidak masuk ke rumah mereka”, ungkap beberapa warga suka makmur kepada wartawan (21/1/2018).

Mereka menjelaskan masyarakat di dua kampung ini yaitu, Suka Makmur Induk dan Suka Makmur Timur merasa resah akibat seringnya parit tertutup dan warga harus membersihkan setiap kali hujan datang.

“Semua jenis sampah ada di parit ini, bapak bisa bayangkan terpal brkas(tenda bekas) seperti apa panjangnya kayu, plastik, kaleng bekas, pempers, bahkan kain gorden yg sudah tidak dipakai mereka hanyutkan dari kampung yang berada di atas sana dan kami yang menerima imbasnya disini,”kata seorang pemuda yang engan disebutkan namanya.

Selain itu, warga lain juga mengeluhkan sampah yang meluap dan masuk ke lahan perkebunannya.” Silahkan bapak cek sampah yang ada di kebun kami dan bapak juga bisa lihat di kebun-kebun masyarakat yang ada di sepanjang aliran paret dari kampung simpang balik,” ungkapnya.

Baca: Ketua AGC: Persoalan Sampah Kiriman di Win Pesam Perlu Perhatian Semua Pihak!

Saat ini sampah-sampah kiriman tersebut terlihat menumpuk di beberapa tempat baik di desa Suka Makmur maupun Kebun Baru yang mengakibatkan, lingkungan menjadi kotor dan bau sehingga banyak lalat dan nyamuk yang berterbangan ketika melintas.(Uri).

Komentar Anda
SHARE